Logo HPN 2026

Hari Pers Nasional

Akan diselenggarakan di
PROVINSI BANTEN
9 Februari 2026

Meninggalnya Kasudindik Jaktim Evaluasi Bagi Pemprov DKI Lakukan Pembelajaran Terbuka

oleh
oleh
Ilustrasi Kasus Virus Corona dan Masker
189 pembaca

Jakarta, sketsindonews – Kabar duka datang dari Kepala Suku Dinas Pendidikan (Kasudindik) Wilayah 1 Jakarta Timur, Ade Y Narun. Ia dinyatakan meninggal dunia karena virus Corona COVID-19.

Kabar ini pun menjadi sebuah evaluasi bagi pemerintah DKI Jakarta khususnya lingkaran peserta didik terkait wacana pembukaan sekolah di DKI rencananya dibuka pada awal tahun 2021.

Saat ini Dinas Pendidikan Provinsi DKI sedang mengkaji ulang terkait sarana dan prasarana bagi sekolah untuk dilakukan pembelajaran tatap muka terbuka dengan perketatan protokoler kesehatan.

Gambar

Meninggalnya Kasisdik Wilayah I Jakarta Timur Ade Y Narun menjadi satu pembelajaran satu sisi kasus kematian pandemi covid telah masuk pada kisi lingkaran pendidikan formal, tukas Wali Murid Mila (34) terkait berita ini.

Menurutnya, kejadian ini bagi orang tua murid menjadi satu pertanda bahwa Covid – 19 bisa saja peserta didik menjadi cluster baru seiring dengan tidak adanya upaya Pemprov DKi Jakarta melakukan antisipasi terhadap peserta didik nantinya, ucap Mila.

Sementara Walikota Jakarta Timur, M Anwar atas khabar ini membenarkan, “Iya meninggal COVID-19,” ujarnya saat dikonfirmasi media, Kamis (3/12/20)

Anwar mengatakan, jenazah Ade akan dimakamkan di TPU Pondok Ranggon langsung dari rumah sakit.

Bagaimana Penularan Covid-19

Saat terinfeksi COVID-19, ada beberapa faktor yang bisa memperparah gejala bahkan memicu kondisi fatal. Di antaranya, faktor usia lanjut, respons kekebalan tubuh, dan penyakit penyerta.

Selain itu, adapun kondisi fatal yang disebabkan happy hypoxia. Kondisi ini terjadi saat pasien COVID-19 memiliki saturasi oksigen yang rendah, namun tak mengalami gejala sesak napas.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) menyebut, ada beberapa tanda atau gejala COVID-19 yang perlu diwaspadai karena memicu kondisi fatal hingga kematian.

Meski begitu, sejauh ini lebih banyak pasien COVID-19 yang meninggal karena memiliki penyakit penyerta. Hal ini karena, sistem imun pada pasien COVID-19 yang memiliki penyakit penyerta cenderung akan lebih lemah, sehingga tidak mampu melawan infeksi virus Corona.

“Jika sistem kekebalan tubuh tidak kuat, kemungkinan besar virus itu dapat berkembang biak di dalam paru-paru dan menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan parut. Sistem kekebalan akan melawannya dan menghancurkan jaringan paru yang sehat dalam prosesnya,” kata Dr Sarah Jarvis GP, Direktur Klinis Patient Access, dikutip dari The Sun.

(Nanorame)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap