Sampang, sketsindonews – Pemerintah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, berang dengan keberadaan proyek pompa air milik Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jawa Timur (Jatim), di beberapa titik kota, Kota Sampang. Pemicunya mesin tidak berfungsi menyedot air. Akibatnya daerah di sekitar wilayah kota digenangi air.
Penanganan genangan air selama ini hanya mengandalkan tiga pompa berkapasitas kecil, dari total lima pompa termasuk dua pompa induk. Sementara pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) PSDA Wilayah Sungai Madura terkesan tidak mengetahui keberadaannya.
Pada Kamis (10/12), Bupati Sampang Slamet Junaidi datang ke lokasi meninjau keberadaan proyek yang menelan puluhan miliaran. Bupati memprotes sikap Pemprov Jatim, karena disebut-sebut tak kunjung merespons keluhan pemerintah daerah terhadap kondisi proyek yang keberadaannya tidak berfungsi.
Di lokasi, rupanya Bupati Slamet tengah berdiskusi lewat via telepon dengan Sekretaris Daerah Pemprov Jatim Heru Tjahjono. Dua pejabat ini berdiskusi dan mencari jalan keluar agar pompa dapat berfungsi.
“Kami survei pompa air di lokasi banjir, ternyata memang banyak yang tidak berfungsi, ada yang kabelnya hilang dan over head,” kata Bupati Slamet di lokasi proyek di Desa Panggung, Kota Sampang.
Padahal Pemkab Sampang telah mengirim surat 2019 lalu dan pada Oktober 2020 kemarin. Surat tersebut merinci dan menyampaikan keberadaan proyek yang tidak berfungsi. Namun surat tersebut tidak ada tanggapan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) PSDA Wilayah Sungai Madura.
“Tolong jangan ditunda lagi, tentunya sangat miris ketika masyarakat kami diabaikan, jangan nunggu banjir resa harus sekarang keadaan bahaya ini,” ungkapnya.
Setelah itu, Bupati Slamet bergegas menuju lokasi sidak kedua di titik pompa air Jalan Delima, Kelurahan Gunung Sekar. Dalam pemantauan ini, Bupati Slamet didampingi petugas operator pompa air dari UPT Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Wilayah Sungai Madura, Ahmad Romadhan.
Kepanikan Pemkab Sampang mengatasi banjir direspons Pemprov Jawa Timur. Wakil Gubernur (Wagub) Jatim Emil Elestianto Dardak keesokan harinya turun ke Kota Bahari tersebut, meninjau beberapa titik pompa air bermasalah.
Wagup Emil kali ini diantar ke proyek pompa air di Jalan Delima dan Jalan Raya Panggung. Menurutnya Pemrov dapat informasi melalui via telepon dari Bupati Sampang Slamet Junaidi.
“Kami ditelpon langsung untuk bisa mengecek ke lokasi, ternyata benar apa yang kami lihat di lapangan,” kata Emil.
Wagub Emil mengakui pompa air tersebut merupakan bantuan langsung dari Pemprov Jawa Timur dan pengoperasiannya, atas kendali Dinas PUPR Pemprov Jatim.
“Karena mesin pompa ini merupakan bantuan dari Pemprov, maka kami harus turun langsung dan cepat segera di atasi dengan antisipasi pengiriman genset yang bisa mengerakkan mesin supaya tetap berjalan dan berfungsi,” tutur Emil.
(nru/skt/*)








