Jakarta, sketsindonews – Kolong Jembatan Pegangsaan kini menjadi atensi Wakil Gubernur DKI Jakarta A.Riza Patria agar Pemerintah Kota Adminitrasi Jakarta Pusat melakukan gerak cepat dalam revitalisasi bawah Kolong Jembatan Pegangsaan tersebut agar tidak kumuh, penuh sampah, kumpulnya puing serta menjadi hunian liar pemulung (PMKS).
Kawasan itu harus dikembalikan menjadi fungsi menjadi perlintasan orang serta menjadi taman interaksi bagi kebutuhan warga agar menjadi tertata berestitika dengan kebutuhan penataan sudut kota memiliki karakter.
“Ini kali saya melihat langsung sebagai progres hasil kolaborasi unsur SKPD terkait baik Sudin Pertamanan, Sudin Bina Marga, Satpol PP, SDA, Sudin Kebersihan, JPU serta pihak pemerintah Kecamatan, Lurah setempat untuk mempercepat pelaksanaan revitalisasi Kolong Jembatan Pegangsaan,” tukas, Walikota Jakarta Pusat Irwandi kepada awak media, Selasa (12/1/21).
Saat ini progres itu baru 40% diharapkan minggu ini sudah selesai termasuk pengecetan lingkungan untuk lebih mewarnai lingkungan menjadi tidak kusam, kalo kawasan ini ditata maka masyarakat setempat juga untuk mengawasi agar tidak lagi menjadi pemanfaatan para PMKS mangkal.
“Harus dijaga kawasan ini nantinya Satpol PP juga harus bergerak cepat jangan dibiarkan menjadi kebiasaan hingga menjadi menumpuk masalah diakibatkan tidak ada ketegasan pemerintah.”
Irwandi pun menegaskan agar lokasi bawah kolong jembatan Pegangsaan dapat berfungsi bagi masyarakat banyak dan dapat dimanfaatkan buat masyarakat sekitarnya bukan menjadi kebiasaan melihat kekumuhan dibiarkan oleh lingkungan sekitar yang tidak peduli membangun keindahan.
“Pengerjaan revitalisasi kolong jembatan Pegangsaan sendiri diharapkan menjadi role model bagi kawasan lain pada objek yang sama khususnya kawasan pinggiran kolong jembatan lainnya seperti Kolong Jembatan Kendal,” jelasnya.
Sementara Kasudin Bina Marga Kota Jakarta Pusat Rakim Sastranegara menyatakan, diakuinya Bina Marga akan melakukan pengerjaan dalame kontribusi kolaborasi untuk membuat Jalan Tempat Orang (JTO) sejauh 30 meter dengan lebar 3 Meter sebuah cara menata kawasan ini untuk publik lintas orang.
“Kita buat pengguna jalan seperti trotoar yang indah selain pagar pembatas secara kolaboratif peran SKPD sehingga lintasan ini dapat dilalui warga sekitar serta memungkinkan warga lintas perbatasan 2 wilayah baik wilayah Jakarta Pusat dan wilayah Jakarta Timur saat melintas kawasan kolong jembatan Pegangsaan,” tutup Rakim.
(Nanorame)











