Merasa Diintimidasi dan Bawa Senjata, Warga Pancoran Mengadu ke Komnas HAM

oleh
Warga Pancoran saat mengadu ke Komnas HAM
59.4K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Puluhan warga Pancoran, Jakarta Selatan tepatnya jalan Pancoran Buntu II datangi Komnas HAM, Rabu (13/1/21).

“Kami ke komnas HAM, melaporkan, warga Pancoran merasa diintimidasi oknum Brimob,” ungkap salah satu warga bernama Okta Yuda Irawan.

Dijelaskan bahwa semua bermula dari adanya sengketa kepemilikan lahan antara Pertamina melalui Pertamina Training and Consulting (PTC) melawan Ahli Waris.

Gambar

Dimana selama ini warga hanya memahami bahwa lahan tersebut merupakan milik ahli waris Sanyoto dan saat sedang berperkara di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Kita berdiri dilahan sengketa, warga pada dasarnya bukan mempertahankan apa yang bukan hak miliknya tetapi bertahan sesuai koridor,” jelas Okta.

Awalnya, menurut Okta, keberadaan oknum petugas di lingkungan tempat tinggalnya terasa menengahi.

“Namun kemarin-kemarinnya oknum brimob seperti mengikuti ke arah satu sisi bukan ditengah-tengah, seperti oknum brimob menenteng senjata warga jadi seperti intimidasi,” ungkapnya.

Hal tersebut juga yang menurut Okta mendorong warga melaporkan ke Komnas HAM.

“Mengadukan ada bukti berupa video keberadaan oknum Brimob disana dari mulai perktaan dan unsur intimidasi menenteng senjata dan warga merasa ketakutan,” katanya.

Tidak jauh berbeda, seorang ibu bernama Emah mengungkapkan bahwa kurang lebih selama 6 bulan terakhir dia dan keluarga merasa tidak tenang atas keberadaan petugas tersebut.

“Dianggapnya kami ini entah apa, apa di anggap penjahat, musuh atau maling kami semua ini gak ngerti,” ungkap ibu yang sudah tinggal di lokasi sekitar 20 tahun tersebut.

“Selama itu merasa tenang tidak pernah ada intimidasi seperti ini belakangan ini, kalau saya pribadi belum pernah didatangi tapi jadi orang-orang pada cerita pernah didatangi disuruh pergi diiming-imingi dan mau dikasih kerohiman,” tambah Emah.

Namun, Emah menyatakan siap meninggalkan tempat yang selama puluhan tahun dia tempati jika ahli waris yang meminta.

“Harapan kami ingin berlanjut kehidupan kami disitu, meskipun harus pergi kan kami ngontrak melalui ahli waris seharusnya ahli waris yang mengusir kami kenapa ini malah orang lain yang mengaku-mengaku dari Pertamina,” ujarnya.

Didatangi dan Diminta Data

Berbeda dengan Emah, seorang ibu bernama Parti yang sudah tinggal selama 25 tahun di lokasi mengungkapkan kalau dia dan keluarga pernah didatangi oknum petugas.

“Saya pernah didatengin dari petugas yang mengaku diutus PTC, menanyakan lama tinggal, ngontrak sama siapa, punya anak berapa setelah itu diminta identitas ktp untuk laporan,” paparnya.

Selanjutnya petugas yang datang tersebut, menurut Parti meminta mereka bersedia hadir jika diminta.

“Kalau ibu gak datang, saya datang lagi kesini,” kata Parti menirukan ucapan petugas tersebut, serta mengatakan bahwa kejadian tersebut sudah terjadi satu bulan lalu.

(Eky)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap