1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Kepala BP2MI Berencana Tarik Pekerja Migran Indonesia dan Alihkan Ke PTPN

oleh
13.3K pembaca

Kepri, sketsindonews – Kepala BP2MI (Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia) Benny Rhamdani meninjau kondisi 145 Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Rumah Penampungan Trauma Center (RPTC) Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (12/5/21).

Saat para PMI di kumpulkan di halaman gedung belakang penampungan, Kepala BP2MI Benny Ramdani langsung ikut bergabung dan berdialog dengan para PMI, Para PMI itu menyampaikan berbagai keluh kesah selama di tahanan.

Ada yang mengaku mengalami kekerasan fisik dan verbal, barangnya diambil, hingga diminta sejumlah biaya agar dapat keluar tahanan. Benny terlihat serius menyimak kisah mereka.

Gambar

“Ke depan kami memikirkan opsi untuk menerapkan moratorium pengiriman PMI ke Malaysia,” katanya saat di wawancarai awak media.

Benny berencana untuk menarik PMI ke sektor perkebunan dan bekerja di lahan milik PTPN. kepada mereka kelak akan disiapkan perumahan yang layak. Terkait hal ini Benny berjanji akan mendiskusikannya dengan Menteri BUMN Erick Thohir.

“Kami tarik mereka dan beralih bekerja di PTPN. Saya yakin akan bangkrut perusahaan-perusahaan sawit di Malaysia,” tegas Benny.

Tidak berselang kemudian Benny menghubungi Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Hermono melalui sambungan video call. Dia menyampaikan berbagai keluhan para deportan agar menjadi pertimbangan langkah perbaikan di Malaysia sehingga tidak terulang.

Hermono sependapat dengan Benny. Apalagi sebagian besar PMI yang masih ditahan sebetulnya telah menyelesaikan hukuman mereka. Sehingga menahan mereka lebih lama sama saja menghukum dua kali dan melanggar HAM. Anehnya, tawaran ‘burden sharing’ atau berbagi tanggung jawab biaya memulangkan mereka secepatnya justru ditolak Malaysia.

“Opsi moratorium perlu dipertimbangkan sampai kita yakin PMI mendapatkan perlindungan sebagaimana mestinya,” kata Hermono.

Dia juga menekankan pentingnya stakeholders di dalam negeri agar memiliki komitmen untuk mencegah PMI non prosedural. Sebab bila dibiarkan justru akan menyengsarakan mereka di negara penempatan.

(Ian)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap