Jubir Demokrat KLB Deli Serdang Sarankan AHY Cicil Minta Maaf Kepada Orang-orang Ini…

oleh
29.5K pembaca

Jakarta, sketsindonews – “Kami mendapat pertanyaan banyak sekali dari rekan media dan masyarakat, terkait pernyataan Agus Harimurti Yudhoyono tanggal 24 Nopember 2021, yang disampaikan AHY dari Amerika Serikat disaat menemani Pak SBY yang sedang menjalani proses pengobatan kanker kalenjer prostat”

Kalimat tersebut menjadi kalimat pembuka dalam akun channel youtube Muhammad Rahmad yang merupakan akun resmi Juru Bicara Partai Demokrat KLB Deli Serdang, Muhammad Rahmad yang diposting pada Kamis (25/11/21).

Pada video tersebut, Rahmad tidak lupa menyampaikan doa semoga Pak SBY bisa beristirahat dengan tenang sehingga proses recovery pasca operasi itu berhasil baik, dan Pak SBY diberikan kesembuhan dan umur panjang oleh Allah SWT.

Gambar

“Kami senang mendengar AHY sekarang sudah mulai perhatian dengan keluarga dan orang tua, bersedia menemani Pak SBY berobat ke Amerika Serikat walaupun pikiran AHY sesungguhnya ada di Jakarta,” lanjutnya.

Menurut Rahmad, AHY sudah banyak melukai hati para senior atau orang tua di Partai Demokrat. “Kami mendengar, banyak yang menjadi korban php dan banyak pula yang kecewa kepada AHY karena para orang tua itu tidak dihargai di partai demokrat. Bahkan bukan hanya kecewa kepada AHY, tetapi juga sangat kecewa dengan Pak SBY,” ujarnya.

“Kami juga senang mendengar pernyataan AHY yang menyebut Alm Pak Max Sopacua berkesempatan diantar oleh Ambulan Partai Demokrat. Pak Max Sopacua adalah salah satu orang tua Partai Demokrat yang berjuang Bersama kami di KLB Deli Serdang, yang sangat terluka hatinya oleh Pak SBY dan AHY,” tambahnya.

Namun, lanjut Rahmad, sangat disayangkan jika AHY menakar ukuran berbuat baik kepada orang tua itu, hanya dalam takaran materi atau fisik, seperti mengirimkan ambulan untuk Alm Pak Max Sopacua atau menemani Pak SBY secara fisik di Amerika Serikat.    

“Dalam beberapa bulan terakhir, AHY telah pula melukai hati banyak orang tua atau orang yang dituakan. AHY pernah menuduh kudeta di Partai Demokrat yang dibekingi oleh orang dalam istana,” kata Rahmad.

Dimana tuduhan itu, menurutnya tentu beralamat langsung kepada Presiden Jokowi karena hanya Presiden Jokowi yang menjadi atasan Pak Moeldoko. Kemudian AHY juga menuduh pemerintah terlibat kudeta partai demokrat. Hal itu telah membuat hati Pak Yasonna Laoly, Menteri Hukum dan HAM terluka, dan telah pula membuat hati Pak Mahmud MD, Menko Polhukam terluka.

Tak cukup hanya sampai disitu, lanjut Rahmad lagi, AHY melalui jurubicara partai, juga telah menuduh Ibu Megawati Soekarno Putri, Presiden RI ke-5, mengkudeta Presiden Gusdur. Meskipun kemudian pernyataan itu direvisi, namun itu jelas sangat melukai hati Ibu Megawati Soekarno Putri dan hati keluarga Gusdur yang sangat kita hormati.

Masih kata Rahmad dalam video berdurasi 10 menit tersebut, AHY juga terus berusaha menyeret Presiden Jokowi kedalam kisruh Partai Demokrat dengan cara mengait-ngaitkan keterlibatan lembaga kepresiden seperti Kepala Staf Presiden kedalam konflik partai demokrat.

Serta, AHY juga berani mencederai demokrasi dengan membawa-bawa nama rakyat, dan mengklaim bahwa KLB atau Kongres Luar Biasa itu adalah illegal. AHY dalam hal ini berpikir sesat dan hilang rasa adilnya hanya karena takut kekuasaannya hilang dan takut menjadi rakyat biasa.

“KLB itu legal dan dijamin keberadaannya oleh Undang-undang Partai Politik,” tegasnya.

Bahkan KLB itu atau sebutan lain, jelas Rahmad diatur dengan sangat jelas dalam AD ART semua Partai Politik.

Lebih jauh, lanjut Rahmad, AHY dengan gaya bahasa nya yang terdidik, juga telah menuduh bahwa hukum di Indonesia itu bisa dibeli.

“Pertanyaan kami kepada AHY, hukum mana yang bisa dibeli dan siapa yang bisa dibeli?. Janganlah AHY merendahkan para penegak hukum kita di Indonesia, bahwa mereka bisa dibeli. Itu adalah pelecehan terhadap penegak hukum kita,” ujarnya.

“AHY juga mengklaim bahwa dia telah diberi peringatan oleh senior-senior nya di TNI.  Bahkan AHY menyebut bahwa senior dia di TNI itu mengingatkan terhadap upaya membeli hukum. Sepertinya AHY ingin menyampaikan kepada public bahwa sampai saat ini, senior senior nya di TNI masih rajin memberikan masukan-masukan kepada AHY,” kata Rahmad.

“Pertanyaan kami adalah; siapa petinggi TNI yang rajin memberi masukan ke AHY bahwa hukum itu bisa dibeli? Sejak kapan TNI mencampuri urusan partai politik Demokrat yang standing politiknya saat ini adalah oposisi Pemerintah?,” tanya Rahmad.

Untuk itu, Rahmad mengatakan sangat ingin minta konfirmasi ke Panglima TNI, Bapak Jenderal Andika Perkasa. Siapakah petinggi TNI yang rajin memberi masukan kepada AHY, Ketua Umum Partai Oposisi Pemerintah itu?

“Panglima TNI tentu harus menjelaskan kepada publik dan mengungkapkan fakta fakta, apakah yang disebut AHY itu benar? Jika benar, tolong dijelaskan, apa motif petinggi TNI yang rajin memberi masukan kepada AHY, Ketua Umum Partai Oposisi Pemerintah itu?. Ini penting dan perlu diketahui public karena AHY telah menyampaikannya secara terbuka kepada public. Ini juga penting agar TNI tidak tercemar nama baik nya. Apakah ini hanya karena arogansi oknum personal yang sudah mundur dari TNI karena haus kekuasaan untuk merebut kursi Gubernur DKI Jakarta, atau karena apa?. Jangan sampai isu keterlibatan petinggi TNI di politik praktis Partai Demokrat yang menjadi oposisi pemerintah ini sampai membahayakan keamanan dan masa depan kita bernegara,” paparnya.

Untuk itu, Rahmad menyarankan agar AHY mulai mencicil untuk meminta maaf, karena jika dibuka lembar demi lembar catatan kami terkait AHY, banyak sekali ulah AHY yang menyakiti hati orang yang dituakan.

“Oleh karena itu, jika AHY mulai sadar untuk menghormati dan menghargai orang tua, mulai lah menyicil untuk minta maaf kepada Bapak Presiden Jokowi, kepada Presiden RI ke-5, Ibu Megawati Soekarno Putri, kepada Kepala Staf Presiden Bpk Jend. (Purn) Moeldoko, Kepada Panglima TNI Bapak Jenderal Andika Perkasa, Kepada senior-senior pendiri dan tokoh-tokoh utama awal Partai Demokrat berdiri, kepada kader kader yang dipecat AHY dan yang diperlakukan AHY dengan tidak adil saat Pilkada, bahkan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang selama ini telah dibohongi oleh gaya politik AHY yang pura pura santun dan pura pura merakyat,” tandasnya.

(Eky)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap