1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Ini Sebab, Sejumlah Kader Partai Demokrat Di Riau Bakar Atribut

oleh
Para kader awalnya mengutarakan rasa kecewa atas kepemimpinan Ketua DPP Partai Demokrat, AHY. Mereka menyebut suara Partai Demokrat di pusat kuat karena dukungan dari kader Demokrat Riau. (Sumber: detik)
11.3K pembaca

Riau, sketsindonews – Pembakaran atribut partai oleh sejumlah kader partai Demokrat terjadi di di depan Kantor DPD Demokrat, Jalan Arifin Achamad Pekanbaru, Riau, Selasa (30/11/21).

Pembakaran atribut hingga Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai bukti telah mengundurkan diri dari Partai Demokrat Riau tersebut dipicu oleh Musyawarah Daerah (Musda) Ke-V Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Riau yang dilaksanakan pada salah satu ruang pertemuan hotel, di Pekanbaru, Riau, Selasa (30/11/21) dianggap menyalahi aturan dasar dan aturan rumah tangga (AD/ART) Partai Demokrat.

“Musda hari ini adalah Musda ecek-ecek (main-main). Musda pengambilalihan paksa yang dilakukan dewan pimpinan pusat terhadap dewan pimpinan daerah Provinsi Riau,” kata Ketua DPD Partai Demokrat Riau Asri Auzar, seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Gambar

Terkait pergantian Ketua, menurut Asri sangat lazim untuk setiap organisasi, namun, kata dia, pergantian harus sesuai dengan AD/ART partai.

“Pergantian ketua itu lazim di setiap organisasi, tapi laksanakanlah sesuai anggaran dasar rumah tangga. Kalau tidak sesuai tentunya ini tidak sah,” ujarnya.

Untuk itu, Asri mengaku kecewa dengan Ketua Umum DPP Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang justru mendukung Musda DPD Demokrat Riau yang melanggar AD/ART Partai Demokrat.

“Kalau Ketum melanggar AD/ART, Ketum bertanggung jawab dengan partai ini, Ketum juga bisa dilengserkan nantinya,” kata Asri.

Asri mengaku Musda DPD Partai Demokrat Riau saat ini merupakan upaya pengambilalihan jabatan ketua secara paksa. Pasalnya, ia masih memiliki masa jabatan hingga tahun 2022.

“Musda ini tentunya ada tahapan-tahapan. Saya dulu dilantik menjadi Ketua DPRD bulan Agustus 2017 selesai tugas saya tahun 2020. Pada hari ini dilakukan Musda, Musda apa namanya?,” jelasnya.

Asri Auzar mengklaim telah terzalimi atas perlakuan DPP Partai Demokrat terhadapnya.

“Saya berpesan kepada kader Partai Demokrat seluruh Indonesia. Hati-hati terhadap partai kita pada hari ini, kita sama-sama berjuang kemarin siang malam bersama pak ketua umum,” katanya,” Tapi pada hari ini kezalimannya ditunjukkannya kepada Asri Auzar. Asri Auzar ikhlas menerima ini mudah-mudahan Allah SWT memberikan balasan setimpal kepada orang menzalimi saya.”

Sementara, Kader Demokrat Kamaruzaman mengatakan, aksi pembakaran atribut merupakan spontanitas atas kekecewaan tindakan DPP Partai Demokrat memerintahkan Musda yang terkesan dipaksakan.

“Sampai hari ini tidak jelas ukurannya apa melaksanakan Musda ini. Masa bakti 5 tahun itu belum selesai, itu sekarang dipaksakan melaksanakan Musda ini ada apa?,” katanya.

Meski mendapat penolakan, namun Musda Ke-V Partai Demokrat berjalan lancar di salah satu ruang pertemuan di salah satu hotel di Jalan Sukarno-Hatta, Pekanbaru.

Musda yang diikuti 12 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) memilih Wakil Ketua DPRD Riau Agung Nugroho secara aklamasi menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Riau.

Musda DPD Partai Demokrat dihadiri Kepala Badan Pembina Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) DPP Partai Demokrat Herman Khaeron. Herman mengaku Musda yang dilaksanakan sudah sesuai ketentuan.

Namun menurutnya, penolakan yang terjadi merupakan bagian dari dinamika politik.

“Menurut saya ini adalah realitas politik, dinamika itu ada tapi Insya Allah sebagai kader militan, kader murni demokrat Insya Allah turut serta memenangkan Partai Demokrat tahun 2024,” katanya.

Menurut Herman, Musda dilaksanakan atas permintaan 12 DPC Partai Demokrat se- Riau. Ia pun mengaku sudah bertemu dengan Asri Auzar untuk meminta izin melaksanakan Musda.

“Saya sudah ketemu dengan Bang Asri mohon izin melaksanakan Musda, dan berkenan untuk hadir, cara-cara humanis kekeluargaan sudah saya lakukan meskipun pada akhirnya beliau tidak berkesempatan ke sini. Kita bisa lihat bagaimana kader semangat dan kompak. Mudah-mudahan ini menjadi spirit Partai Demokrat untuk bisa menang di Riau,” jelasnya.

(Sumber: CNN Indonesia)
Sebelumnya berita ini tayang di CNN Indonesia dengan judul: Musda Partai Demokrat Riau Kisruh, Kader Bakar Atribut dan KTA

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap