Gelar Aksi Di Kemenag RI, Massa Aksi Minta Menteri Agama Mundur

oleh
55.6K pembaca

Sejumlah massa yang tergabung dalam beberapa organisasi menggelar aksi demo didepan Kantor Kementeria Agama (Kemenag), Jakarta, Senin (24/3/25) kemarin.

Aksi yang meminta agar Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar mundur dari jabatannya tersebut diikuti oleh Aliansi Pemuda Lintas Agama, Ketua Masyarakat Anti Pelecehan, dan Aliansi Pemuda Islam Nusantara.

Koordinator Aksi, Rahmat Pratama menyebut bahwa investigasi yang dilakukan oleh kelompok aktivis menemukan adanya pola pelecehan yang diduga dilakukan oleh Menteri Agama terhadap perempuan dari berbagai latar belakang.

Gambar

“Sejumlah korban bersedia memberikan kesaksian mereka kepada publik,” kata Rahmat.

Seperti S, seorang pekerja di bidang Event Organizer (EO) S mengaku mengalami pelecehan ketika bertemu Menag dalam sebuah acara, dimana Menag disebut merayunya dengan kata-kata manis, menggenggam tangannya secara paksa, dan mengajaknya berbicara secara pribadi.

“S mengaku mengalami trauma mendalam akibat kejadian tersebut,” ujarnya.

Lalu, N, seorang pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkemuka N menyatakan bahwa ia mengalami tekanan untuk menjalin hubungan spesial dengan Menteri Agama saat masih menjabat sebagai Komisaris di perusahaan tersebut.

“Ia (N) merasa hubungan tersebut melampaui batas profesional dan terjadi akibat penyalahgunaan jabatan,” ucapnya.

Kemudian, Rahmat juga menyebut ada sejumlah mahasiswi Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) juga mengaku menjadi korban pelecehan.

“Mereka siap memberikan kesaksian mengenai perilaku tidak pantas Menteri Agama yang mereka alami selama masa studinya,” tegas Rahmat.

Tindakan ini bertentangan dengan nilai-nilai moral yang seharusnya dijunjung tinggi oleh seorang pejabat negara, khususnya Menteri Agama. Selain itu, modus operandi yang digunakan diduga melibatkan penyalahgunaan jabatan untuk mendekati dan mempengaruhi korban.

Tuntutan dan Tekanan Publik
Aliansi masyarakat dan mahasiswa menegaskan bahwa dugaan ini harus segera ditindaklanjuti oleh pemerintah.

Lebih jauh, terkait dugaan-dugaan tersebut mereka menuntut Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencopot Nasaruddin Umar dari jabatannya. “Jika dibiarkan, kasus ini bukan hanya mencoreng nama baik Kementerian Agama, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran,” ujar perwakilan Aliansi Pemuda Lintas Agama, Senin (24/03).

Terkait aski tersebut, sketsindonews.com terus berusaha meminta tanggapan dari Menteri Agama Nasaruddin Umar, hingga pada Rabu (26/3/25) dicoba melakukan konfirmasi melalui pesan WhatsApp ke nomor +62 817-6877-***, namun hingga berita ini ditayangkan belum ada tanggapan dari Menteri Agama Nasaruddin Umar.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap