Sejumlah kepala daerah menyatakan dukungan terhadap program strategis Kementerian Pertanian (Kementan), khususnya penguatan ketahanan pangan melalui cetak sawah dan pengembangan energi berbasis bioenergi.
Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, mengungkapkan bahwa program cetak sawah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produksi beras di daerahnya. Produksi yang sebelumnya di bawah 150 ribu ton per tahun kini meningkat menjadi sekitar 180 ribu ton per tahun.
“Produksi kami meningkat signifikan, bahkan gudang saat ini penuh dengan beras. Ini bukti program cetak sawah berjalan efektif,” ujar Irham di Kementerian Pertanian, Rabu (15/4/2026).
Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan juga mengusulkan tambahan cetak sawah seluas 2.500 hektare yang saat ini dalam proses Calon Petani Calon Lahan (CPCL). Selain itu, pengembangan komoditas perkebunan seperti kakao seluas 6.000 hektare dan kelapa dalam 5.000 hektare turut diajukan.
Irham juga menyoroti pentingnya dukungan sarana dan prasarana pertanian, seperti jaringan irigasi, alat dan mesin pertanian (alsintan), pemanfaatan teknologi modern seperti drone, serta pembangunan jalan perkebunan guna memperlancar distribusi hasil panen.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Daerah Penghasil Kelapa Sawit yang juga Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, menyatakan dukungan terhadap program bioenergi nasional.
“Kami mendukung penuh program Bio50 karena penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional,” ujarnya.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sektor pertanian sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.
“Pertanian tidak bisa dibangun sendiri oleh pemerintah pusat. Dukungan aktif kepala daerah menjadi kunci peningkatan produksi pangan dan energi berbasis pertanian,” tegasnya.
Audiensi ini menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong peningkatan produksi pangan, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung kemandirian energi nasional secara berkelanjutan.
Informasi ini dikutip dari website resmi Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Kamis 16/4/2026.






