Diskusi Publik Bersama PMII: Menyoal Masa Depan Pertambangan di Era Transisi Energi

oleh
88.5K pembaca

Pertambangan adalah kegiatan yang meliputi pencarian, penambangan, pengolahan, dan penjualan bahan galian seperti mineral logam dan mineral industri. Pertambangan juga dapat mencakup kegiatan lain seperti eksplorasi, ekstraksi, dan pemrosesan bahan galian yang di jadi bahan baku kebutuhan. baik energi, industri dan lainnya.

Sesuai dengan data yang ada, Indonesia dengan hasil tambangnya pada tahun 2022 seperti nikel produksi mencapai 1,6 Juta ton, menjadikan produsen nikel terbesar di dunia. Ada lagi batu bara sampai 600 juta ton, menjadi yang terbesar di dunia. Hal ini menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah data tersebut juga menjadi pendukung bahwa aktifitas pertambangan di Indonesia cukup masif

Seperti halnya, kasus Pertambangan nikel di Raja Ampat yang kini hangat menjadi polemik di publik dan mendapatkan banyak sorotan dari beberapa elemen dan kelompok masyarakat. Sehingga, Biro OKP, LSM dan Ormas PB PMII pun ikut menyoroti dengan menggelar diskusi publik dengan bahasan ” Masa Depan Pertambangan di Era Transisi Energi ”

Gambar

Abduh Alfatih Akbar selalu anggota Biro OKP, LSM dan Ormas PB PMII yang sekaligus pada acara tersebut sebagai ketua pelaksana, dalam sambutannya menyampaikan ” Sebagaimana kita ketahui, sektor pertambangan memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. Maka dari itu perlu ada nya pengawasan dan regulasi yang ketat. sehingga Pertambangan di indonesia dapat memberikan dampak kesejahteraan sosial ” Tutur abduh

Pada kegiatan diskusi tersebut, digawangi oleh 2 pembicara yaitu, Hasanuddin (Ketua Umum ADPPI) dan Bandot Malera (Koordinator FDKI). Yang diikuti oleh kader kader PMII.

Dalam diskusi tersebut Hasanuddin menyampaikan ” pertambangan adalah sektor yang cukup strategis untuk memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan” tutur Hasan

ditambah lagi pernyataannya ” lalu mengapa Indonesia memiliki SDA yang melimpah tapi ini belum mampu memberikan kontribusi besar terhadap negara? disinilah peran seluruh stakeholder, masyarakat, pemuda dan segenap mahasiswa untuk turut menjadi pemantau dalam pergerakan tambang yang ada di Indonesia ”

selain itu, Bandot Malera turut menyampaikan pernyataannya bahwa ” pertambangan ini seharusnya bisa memberikan dampak yang signifikan terhadap pendapatan negara hal ini juga bisa akan berdampak pada pembangunan daerah ”

untuk itu, setelah di telaah pada diskusi kali ini, bahwa segenap aktivitas pertambangan yang ada di Indonesia ini perlu ada kepastian hukum, pengelolaan yang efektif dan pemantauan yang berkelanjutan dari stakeholder terkait.

Maka daripada itu, diskusi ini dilihat cukup strategis untuk dibahas dan diberikan pantauan serta masukan. Sehingga kekayaan alam yang dimiliki Indonesia, seyogya nya berbalik kepada masyarakat Indonesia

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap