Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Gong Xi Fa Cai

Selamat Tahun Baru Imlek 2577

Semoga Tahun Ular Kayu 2026 membawa kemakmuran & kebahagiaan
2026
🧧🐍 Imlek 2577

Menhut Tinjau PLG Seblat, Fokus Revitalisasi Konservasi dan Koridor Gajah Sumatera

16.9K pembaca

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau Pusat Latihan Gajah (PLG) Taman Wisata Alam (TWA) Seblat di Bengkulu Utara, Kamis (11/12/2025). Kunjungan ini dilakukan untuk mengevaluasi penguatan konservasi, memastikan standar perawatan satwa, serta membahas rencana pengembangan kawasan sebagai pusat edukasi gajah berbasis masyarakat.

PLG TWA Seblat saat ini merawat 10 gajah berusia 15–48 tahun, seluruhnya hasil penanganan konflik dan penyelamatan satwa. Kawasan ini telah mengalami beberapa perubahan fungsi sejak 1995 hingga ditetapkan sebagai TWA pada 2011 dengan luas 7.732,80 hektare.

Revitalisasi PLG difokuskan untuk menjadikannya pusat konservasi modern—mulai dari peningkatan fasilitas, perbaikan manajemen satwa, hingga pengembangan pusat edukasi lingkungan. Upaya ini diarahkan agar PLG Seblat menjadi lokasi perawatan sekaligus pusat pembelajaran tentang ekologi dan pentingnya pelestarian gajah Sumatera.

Gambar

Menhut juga menyoroti semakin terfragmentasinya kantong habitat gajah Sumatera.
“Antar kantong populasi gajah kini sudah terpisah. Kementerian Kehutanan akan membangun sejumlah koridor gajah untuk menghubungkan kantong-kantong tersebut,” jelasnya.

Ia menegaskan pembangunan koridor sebagai kebijakan prioritas jangka panjang. Saat ini terdapat 12 kantong populasi yang akan disambungkan melalui koridor untuk memastikan jalur pergerakan satwa tetap terbuka, mengurangi risiko konflik, dan menjaga keberlanjutan populasi gajah Sumatera.

Revitalisasi PLG Seblat mencakup peningkatan fasilitas kandang dan area latihan, pembangunan pusat edukasi publik, penataan jalur interpretasi satwa, penguatan mitigasi konflik manusia–satwa, serta pengembangan ekowisata berbasis masyarakat.

Pengembangan ekowisata dirancang berbasis keberlanjutan agar aktivitas wisata tidak mengganggu ruang gerak gajah. Model wisata edukatif dengan pelibatan masyarakat diharapkan memberi manfaat ekonomi tanpa mengorbankan konservasi.

PLG TWA Seblat diharapkan berkembang menjadi pusat konservasi terpadu yang tidak hanya merawat gajah, tetapi juga memperkuat edukasi lingkungan dan menjadi garda terdepan mitigasi konflik satwa di Bengkulu.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap