Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Kementerian Kesehatan RI melalui Sub Klaster Kesehatan Lingkungan melakukan pengendalian faktor risiko kesehatan lingkungan di kawasan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Aceh Tamiang.
Fokus utama kegiatan ini adalah pengendalian vektor nyamuk Aedes aegypti guna mencegah penyakit berbasis lingkungan, terutama demam berdarah dengue (DBD). Seluruh intervensi dilakukan sebelum huntara ditempati, agar lingkungan tempat tinggal warga berada dalam kondisi aman dan layak huni.
Relawan TCK Batch II Sub Klaster Kesehatan Lingkungan, Trisno Subarkah, mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari mitigasi risiko kesehatan pascabencana. Menurutnya, pengendalian lingkungan menjadi aspek krusial untuk mencegah munculnya penyakit menular di lokasi pengungsian.
Sebanyak 12 tenaga sanitasi lingkungan profesional diterjunkan dalam kegiatan ini. Selain pengendalian vektor melalui metode fogging dengan insektisida sesuai standar kesehatan, tim juga melakukan pengawasan kualitas air bersih, kondisi jamban, pengelolaan sampah permukiman dan dapur umum, serta pengelolaan limbah medis dan limbah B3 di fasilitas kesehatan terdampak.
Trisno menegaskan, upaya kesehatan lingkungan berperan penting dalam mencegah potensi kejadian luar biasa (KLB) selama masa pemulihan pascabencana. Ia berharap hunian sementara dapat menjadi tempat tinggal yang sehat, aman, dan nyaman bagi warga hingga kondisi kembali pulih.












