Logo HPN 2026

Hari Pers Nasional

Akan diselenggarakan di
PROVINSI BANTEN
9 Februari 2026

Prabowo Tekankan Peran Kampus dan Sains untuk Kebangkitan Indonesia

oleh
12.3K pembaca

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa kebangkitan Indonesia harus bertumpu pada kualitas manusia, pendidikan tinggi, dan penguasaan sains. Penegasan itu disampaikan dalam Taklimat Presiden RI 2026 bertema “Manusia, Pendidikan Tinggi, dan Sains untuk Kebangkitan Indonesia” di Halaman Tengah Istana Kepresidenan, Kamis (15/1/2026).

Taklimat ini dihadiri lebih dari 1.200 pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta, guru besar, akademisi, serta pemangku kepentingan pendidikan tinggi dan sains dari seluruh Indonesia.

Presiden Prabowo menekankan bahwa pembangunan nasional tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi, tetapi harus diperkuat oleh Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, riset berkualitas, serta inovasi yang mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat dan industri. Pendidikan tinggi dan sains disebut sebagai fondasi utama untuk mendorong industrialisasi, daya saing global, serta pencapaian swasembada pangan dan energi.

Gambar

Kampus Didorong Jadi Motor Inovasi Nasional

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menilai taklimat ini sebagai momentum strategis untuk menyelaraskan kebijakan nasional dengan agenda transformasi pendidikan tinggi dan penguatan ekosistem riset.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa arahan Presiden menjadi kompas bagi Kemdiktisaintek dalam mewujudkan visi “Diktisaintek Berdampak”.

“Perguruan tinggi harus mampu mencetak SDM yang berkapasitas dan berkapabilitas tinggi, berintegritas, nasionalis, serta memiliki keberpihakan yang kuat kepada masyarakat dan bangsa,” ujar Brian.

Ia juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo meningkatkan alokasi dana riset dan inovasi perguruan tinggi hingga Rp4 triliun, sebagai bentuk kepercayaan dan amanah besar kepada sivitas akademika untuk berkontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.

Riset Nasional Menguat, Inovasi Meningkat

Kemdiktisaintek mencatat total anggaran riset nasional 2025/2026 mencapai Rp81,4 triliun atau setara 0,34 persen PDB, meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Indonesia juga mencatat kemajuan di Global Innovation Index (GII) 2025, dengan status overperformer di kelompok negara berpendapatan menengah atas, terutama dalam kolaborasi riset kampus–industri dan luaran inovasi.

Capaian ini memperkuat peran pendidikan tinggi sebagai tulang punggung kebijakan berbasis ilmu pengetahuan, sekaligus mendukung hilirisasi dan pengembangan industri strategis nasional, termasuk sektor pangan, kesehatan, energi, digitalisasi, dan kecerdasan buatan.

Akselerasi Pendidikan Dokter Spesialis

Dalam bidang kesehatan, Kemdiktisaintek melaporkan capaian signifikan program Akselerasi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis (PPDS). Hingga 2026, telah dibuka 156 program studi baru, terdiri dari 126 prodi spesialis dan 30 prodi subspesialis, bermitra dengan sekitar 350 rumah sakit di seluruh Indonesia.

Langkah ini meningkatkan jumlah mahasiswa baru PPDS menjadi 8.650 orang pada 2026, dengan total mahasiswa PPDS sekitar 24.000 orang. Program ini juga memperluas distribusi dokter spesialis ke wilayah yang sebelumnya kekurangan, termasuk NTT, Maluku, dan Papua, serta menambah enam jenis subspesialis baru.

Kampus di Garda Terdepan Respons Bencana

Taklimat Presiden 2026 juga menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam penanganan bencana, termasuk di wilayah Sumatra. Kampus didorong menjadi pusat koordinasi tanggap darurat melalui pengerahan dosen, mahasiswa, dan tenaga profesional untuk layanan kesehatan, logistik, pendidikan darurat, dan pendampingan psikososial.

Melalui Program Mahasiswa Berdampak, Kemdiktisaintek menyiapkan pengiriman hingga 10.000 mahasiswa ke daerah terdampak bencana sebagai bagian dari pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.

Respons Akademisi

Rektor Universitas Indonesia, Heri Hermansyah, menilai taklimat Presiden sebagai forum penting untuk menyamakan persepsi nasional.

“Pertemuan ini membantu kami memahami peta tantangan Indonesia saat ini, sehingga perguruan tinggi dapat bergerak lebih sinergis mendukung pembangunan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I Dewan Pendidikan Tinggi sekaligus mantan Rektor ITB, Akhmaloka, menekankan pentingnya penguatan riset.

“Komitmen peningkatan penelitian hingga 50 persen akan memperkuat pendidikan tinggi Indonesia, khususnya di bidang sains dan teknologi,” katanya.

Melalui Taklimat Presiden 2026, pemerintah menegaskan komitmennya menjadikan pendidikan tinggi dan sains sebagai pilar utama kebangkitan Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap