1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Daihatsu Indonesia Masters 2026 Siap Digelar di Istora, Hadiah Rp8 Miliar

55.9K pembaca

Turnamen bulutangkis bergengsi Daihatsu Indonesia Masters 2026 dipastikan siap digelar di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, pada 20–25 Januari 2026. Ajang ini merupakan bagian dari HSBC BWF World Tour Super 500 dengan total hadiah mencapai 500 ribu dolar AS atau sekitar Rp8 miliar.

Turnamen ini akan diramaikan deretan bintang dunia, di antaranya Chen Yu Fei (China) serta pasangan ganda putra Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Indonesia juga menurunkan kekuatan terbaik seperti Jonatan Christie, Putri Kusuma Wardani, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, serta pemain muda potensial Alwi Farhan, Moh Zaki Ubaidillah, dan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.

Sebanyak 274 pebulutangkis dari 21 negara akan bertanding di Istora GBK, venue legendaris yang dikenal dengan atmosfer luar biasa dan selalu menjadi magnet bagi pecinta bulutangkis Tanah Air.

Gambar

Ketua Panitia Pelaksana Daihatsu Indonesia Masters 2026, Achmad Budiharto, memastikan kesiapan penyelenggaraan turnamen. Ia menyebut seluruh aspek, mulai dari venue, operasional, fasilitas atlet, hingga hiburan penonton, telah dipersiapkan secara matang.

“Kami ingin menghadirkan kompetisi bulutangkis kelas dunia dengan pengalaman menonton yang berbeda. Ajang ini kami rancang sebagai pesta rakyat bagi seluruh pecinta bulutangkis Indonesia,” ujar Budiharto dalam jumpa pers di Istora GBK, Senin (19/1).

Dari sisi prestasi, PBSI menargetkan dua gelar juara bagi tim Indonesia. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, menyebut sektor ganda putra menjadi andalan, meski sektor lain tetap didorong bersaing hingga fase akhir turnamen.

“Persaingan di level Super 500 semakin ketat. Peluang terbuka di semua sektor, namun sangat bergantung pada konsistensi, strategi, dan kesiapan mental atlet,” jelas Eng Hian.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap