Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemdikbudristek bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) sepakat memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) guna mendukung transisi energi terbarukan di Indonesia, Rabu (21/1/2026).
Kesepakatan ini disampaikan pada acara Indonesia-Swiss Partnership to Advance Indonesia’s Renewable Energy Workforce: Launch of Renewable Energy Skills Development (RESD) Phase 2 di Jakarta. Program ini juga melibatkan Kementerian Ketenagakerjaan serta dukungan teknis dari universitas terapan Swiss.
“Program RESD Phase 2 sangat strategis karena tidak hanya membangun kurikulum, tetapi juga pendidikan vokasi energi terbarukan yang terhubung langsung dengan dunia usaha dan industri. Tujuannya agar lulusan terserap kerja dengan cepat,” ujar Dirjen Dikti Khairul Munadi.
RESD Fase 1 (Desember 2020 – Juli 2025) telah berhasil menyusun kurikulum energi terbarukan berbasis industri, mendirikan program Diploma 4 Spesialisasi Energi Terbarukan di lima politeknik negeri, dan melatih teknisi PLTS, PLTMH, serta sistem hybrid PLTS-Diesel di empat balai pelatihan.
Sementara RESD Phase 2 menandai ekspansi dengan lebih banyak politeknik, lembaga pelatihan, dan integrasi teknologi penyimpanan baterai, untuk mendukung target transisi energi nasional dan mencetak green jobs di Indonesia.
“Kemitraan ini akan menghasilkan lebih dari 900 lulusan sarjana terapan dengan kompetensi industri energi terbarukan, memperkuat kapasitas nasional dalam menghadapi tantangan energi masa depan,” kata Kepala BPSDM ESDM Prahoro Yulijanto Nurtjahyo.






