1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Juanda dan Derap Langkah Perumda Air Minum Tirta Tamiang Pasca Bencana Hidrometeorologi

Direktur Perumda Air Minum Tirta Tamiang Juanda, S.IP meninjau proses pemulihan infrastruktur jaringan perpipaan pascabencana hidrometeorologi di Aceh Tamiang.
12.3K pembaca

PERUMDA (Perusahaan Umum Daerah) Air Minum Tirta Tamiang merupakan perusahaan Plat Merah milik Pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang yang bergerak dalam hal untuk memenuhi kebutuhan dasar hajat orang banyak yaitu penyediaan Air Bersih.

Bencana Hidrometeorologi yang melanda Aceh, khususnya Aceh Tamiang pada tanggal 26 November 2025 lalu ditetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Hidrometeorologi dengan empat kali perpanjangan status dan yang terakhir perpanjangan tersebut dengan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Hidrometeorologi oleh Bupati Aceh Tamiang melalui Keputusan Nomor 100.3.3.2/211/2026, yang berlaku hingga 24 Februari 2026.

Tentu kondisi ini telah memporak-porandakan infrastruktur menyebabkan kerusakan berat pada hampir seluruh aset dan fasilitas operasional yang berdampak pada pendapatan perusahaan menjadi Nol Rupiah dari delapan unit Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang melayani 29.572 Sambungan Rumah yang dikelola oleh Perumda Air Tirta Tamiang.

Gambar

Seiring dengan itu, Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia telah memberikan empat Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada IPA Karang Baru, IPA Kuala Simpang, IPA Rantau, dan IPA Babo.

Beberapa Instalasi Pengolahan Air (IPA) sedang dalam proses rekondisi, namun hingga saat ini rehabilitasi darurat Instalasi Pengolahan Air (IPA) belum dapat difungsikan secara maksimal terkait kemampuan kapasitas produksi dan umur pakai pompa yang telah di rehab.

PERUMDA Air Minum Tirta Tamiang Terus Bergerak

PERUMDA Air Minum Tirta Tamiang dengan keterbatasan terus berjuang mempertahankan dan berupaya dalam memberikan layanan air minum kepada masyarakat tanpa memiliki sumber pendapatan, karena sampai saat ini tidak ada tagihan air kepada pelanggan dan bantuan masuk setelah masa tanggap darurat berakhir.

Sementara kas perusahaan telah habis membiayai operasional perusahaan bulan untuk Desember 2025 sampai dengan Januari 2026 lalu. Dengan kondisi ini perusahaan tidak mampu membayar gaji karyawan untuk bulan Februari 2026 dan bulan-bulan berikutnya. Tunjangan Hari Raya (THR) yang merupakan kewajiban hukum perusahaan juga tidak dapat dipenuhi tanpa bantuan segera.

Dengan penghasilan Nol Rupiah, tentu pembiayaan pengadaan bakan kimia, perbaikan jaringan pipa distribusi, pipa jaringan sambungan rumah, penggantian water meter, maupun pengadaan fasilitas kantor menjadi Nihil.

Apalagi hasil temuan lapangan kondisi perpipaan diperparah oleh aktivitas pekerjaan rehabilitasi lingkungan yang menggunakan alat berat. Merusak jalur-jalur pipa yang ada. Water meter pelanggan banyak yang hilang atau rusak, sehingga pemakaian pelanggan tidak dapat diukur secara akurat dan berdampak langsung pada pendapatan perusahaan.

Langkah – Langkah Percepatan Pemulihan Perumda Tirta Tamiang 

Tepat tanggal 12 Februari 2026, Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi melantik Juanda, S.IP direktur Perumda Air Minum Tirta Tamiang dengan segudang persoalan yang dihadapi perusahaan serta dituntut untuk dapat memberikan pemenuhan hak dasar warga yaitu tersedianya ‘Air Bersih’.

Dengan keterbatasan segalanya, Juanda, S.IP selaku Direktur Perumda Air Minum Tirta Tamiang melakukan upaya – upaya percepatan pemulihan pascabencana dengan membentuk Tim Percepatan Pemulihan Infrastruktur Jaringan Perpipan.

” Tim ini dibentuk untuk memastikan perbaikan jaringan perpipaan berjalan secara terstruktur dan efektif. Tentu guna percepatan perbaikan sehingga pendistribusian air sampai kepada masyarakat khusunya pelanggan,” ungkap Juanda, Rabu (4/3/2026) di Karang Baru.

Kemudian Juanda membentuk Tim Percepatan Pemulihan dan Pendampingan Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan, Rehabilitasi dan Rekondisi Pascabencana.

” Tentu tim ini untuk memastikan kelancaran, ketepatan waktu, dan keberhasilan program pemulihan layanan air minum pascabencana hidrometeorologi. Tim ini merupakan garda terdepan yang menggerakkan seluruh proses pemulihan Perumda Tirta Tamiang secara terstruktur dan terkoordinasi,” urai Juanda.

Disisi lain Juanda melakukan koordinasi dan percepatan pemulihan operasional IPA Babo. Memastikan masyarakat Kecamatan Bandar Pusaka kembali mendapatkan layanan air bersih yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan sesegera mungkin.

Membuka Komunikasi Dalam Percepatan Pemulihan 

Sebagai sosok yang ulet dan berjiwa relawan, Juanda menjalin koordinasi dengan NGO (Non-Governmental rganization) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

” Kita membuka komunikasi dan peluang – peluang yang dapat menjadi solusi nyata bagi pemulihan layanan air bersih masyarakat Aceh Tamiang, baik dalam bentuk bantuan langsung, dukungan teknis, maupun akses pendanaan dari berbagai sumber,” harapnya.

Kemudian mengajukan permohonan bantuan kepada Kementerian Pekerjaan Umum untuk menangani permasalahan krusial yang hingga saat ini belum masuk dalam program bantuan Kementerian antara lain, Rehabilitasi/Rekonstruksi Bangunan Intake IPA Unit Seruway, Rehabilitasi/Rekonstruksi Bangunan Intake IPA Unit Semadam, Rehabilitasi/Rekonstruksi Bangunan Intake IPA Unit Sungai Iyu, Relokasi JDU IPA Unit Sungai Iyu, Pembenahan Pipa Jaringan Distribusi dan Pipa Persil

Pergantian Water Meter Pelanggan beserta Kelengkapannya, Pengadaan Mobil Tangki Air, Pengadaan Bahan Kimia Operasional (Tawas & Kaporit) selama enam bulan kedepan.

Dalam menakhodai Perumda Air Minum Tirta Tamiang Juanda yang baru dilantik di tengah kondisi krisis pascabencana menaruh harapan besar kepada seluruh pihak untuk bersama-sama mengambil peran dalam pemulihan layanan air bersih bagi masyarakat Aceh Tamiang.

Untuk Pemerintah Pusat dan Kementerian Pekerjaan Umum, Juanda berharap proses Rehabilitasi dan Rekondisi yang telah dikerjakan dapat optimal dan cepat.

” Dimana ada peluang yang dapat membantu kita ajukan permohonan. Untuk itu kita berharap Pemerintah Pusat dan Kementerian Pekerjaan Umum agar dapat segera direspons permohonan Perumda Air Tirta Tamiang. Ini sangat penting, khususnya untuk infrastruktur krusial yang belum tertangani. Semua ini untuk memastikan pemulihan dapat berjalan menyeluruh,” sebutnya.

Sementara untuk Pemerintah Daerah, Juanda berharap tersedianya dukungan nyata melalui anggaran maupun kebijakan yang memungkinkan Perumda segera bangkit melayani masyarakat.

Untuk NGO, lembaga donor, dan pihak swasta, Juanda berharap terjalinnya kerja sama konkret sebagai wujud kepedulian bersama terhadap hak dasar masyarakat atas air bersih.

Untuk seluruh karyawan, Juanda berkomitmen memperjuangkan hak-hak mereka dan memastikan kondisi kerja yang lebih baik seiring pulihnya perusahaan.

Disamping itu Juanda juga berharap kepada masyarakat dan pelanggan, agar dapat bersabar dan memberikan kepercayaan bahwa layanan air bersih bagi lebih dari 147.000 warga Aceh Tamiang akan segera pulih kembali.

“Selama ada kepercayaan masyarakat dan dukungan dari berbagai pihak, kami akan terus berjuang memastikan setiap tetes air bersih sampai ke rumah warga Aceh Tamiang,” ungkap Juanda mengakhiri.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap