Dewa United Banten FC harus menelan kekalahan tipis 0-1 dari Manila Digger FC pada leg pertama perempat final AFC Challenge League yang digelar di Rizal Memorial Stadium, Manila, Kamis (5/3/2026) malam.
Meski pulang tanpa poin, pelatih Jan Olde Riekerink tetap optimistis tim berjuluk Banten Warriors mampu membalikkan keadaan pada leg kedua.
Menurutnya, defisit satu gol tidak banyak mengubah rencana tim untuk pertandingan berikutnya.
“Kami memang tertinggal 0-1, tetapi bahkan jika laga pertama berakhir 0-0, kami tetap harus mencetak satu gol. Jadi situasinya tidak banyak berubah. Target kami tetap mencetak gol,” ujar Riekerink.
Ia meyakini kepercayaan diri tim akan meningkat jika mampu mencetak gol lebih dulu pada laga penentuan nanti.
Peluang Masih Terbuka
Walau kalah tipis, Riekerink menilai performa timnya cukup menjanjikan. Dewa United dinilai mampu menguasai permainan dan menciptakan sejumlah peluang sepanjang pertandingan.
Menurut pelatih asal Belanda itu, sedikit keberuntungan saja bisa membuat hasil laga berubah.
“Kami sebenarnya mampu mendominasi permainan. Jika lebih beruntung, kami bisa menciptakan beberapa peluang berbahaya,” jelasnya.
Leg Kedua Digelar di Tangerang
Kesempatan membalikkan keadaan akan datang pada leg kedua yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Kamis (12/3/2026).
Riekerink menegaskan timnya akan tetap mengandalkan filosofi permainan yang menitikberatkan pada kolektivitas tim, penguasaan bola, serta pergerakan tanpa bola.
“Permainan kami mengandalkan kerja sama tim, sirkulasi bola dari sisi kiri ke kanan, serta penempatan pemain di ruang yang tepat,” kata pelatih bernama lengkap Johannes Hendrikus Olde Riekerink itu.
Dengan dukungan suporter di kandang, Dewa United berharap mampu membalikkan agregat dan melangkah ke semifinal AFC Challenge League.






