Personel Manggala Agni Daops Kalimantan VIII/Pontianak tetap bersiaga penuh menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meski sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Sejak akhir Februari hingga awal Maret 2026, tim yang berada di bawah Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan (Balai Dalkarhut) terus melakukan pemadaman di lima titik kebakaran di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Kepala Seksi Wilayah II Pontianak Balai Dalkarhut Kalimantan, Sahat Irawan Manik, mengatakan personel di lapangan bekerja tanpa mengenal waktu demi melindungi masyarakat dari ancaman kebakaran.
“Upaya pemadaman kami lakukan mulai pagi hingga malam hari, terutama di lokasi yang berdekatan dengan permukiman warga,” ujar Sahat di Pontianak, Jumat (6/3/2026).
Ia menjelaskan dua lokasi kebakaran di Desa Rasau Jaya Tiga dan Desa Rasau Jaya Umum saat ini sudah memasuki tahap mopping up, yaitu proses pendinginan untuk memastikan tidak ada sisa bara api di lahan gambut.
“Situasi sudah terkendali dan dalam waktu dekat akan dinyatakan padam sepenuhnya,” tambahnya.
Secara keseluruhan, lima titik kebakaran tersebut tersebar di tiga wilayah, yakni Desa Rasau Jaya Tiga (1 titik), Desa Rasau Jaya Umum (2 titik), dan Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya (2 titik).
Kabupaten Kubu Raya menjadi salah satu wilayah prioritas penanganan karena meningkatnya jumlah titik panas (hotspot) serta menurunnya intensitas hujan pada musim kemarau.
Selain melakukan pemadaman, tim Manggala Agni juga meningkatkan patroli pencegahan di sejumlah kawasan rawan kebakaran.
“Patroli ini bertujuan mendeteksi potensi kebakaran sejak dini, memperkuat koordinasi di lapangan, serta memastikan ketersediaan sumber air dan peralatan pemadaman,” jelas Sahat.
Berdasarkan pemantauan Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran (SPBK) dari BMKG, tingkat kerawanan kebakaran di Kalimantan Barat saat ini menunjukkan tren meningkat.
Karena itu, tim Manggala Agni terus bergerak cepat menuju titik koordinat kebakaran untuk melakukan pemadaman awal sebelum api meluas, terutama di lahan gambut yang dikenal sulit dipadamkan.
Kementerian Kehutanan juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi cuaca kering dan angin kencang dapat mempercepat penyebaran api.






