Polri Amankan 321 WNA Kasus Judi Online, Haidar Alwi Sebut Bukti Transformasi Digital

oleh
Presiden Haidar Alwi Care sekaligus pendiri Haidar Alwi Institute, Haidar Alwi, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya memahami peran Polri secara lebih objektif dalam menjaga stabilitas dan keamanan negara. (Foto: INAnews)
17.2K pembaca

Pengungkapan jaringan judi online internasional oleh Bareskrim Polri mendapat apresiasi dari Presiden Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, Haidar Alwi. Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata transformasi Polri di era digital semakin berkembang dan profesional.

Dalam operasi yang dilakukan pada 7 Mei 2026 di Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat, Polri mengamankan 321 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara Asia. Selain itu, aparat juga menyita ratusan perangkat elektronik, paspor, perangkat jaringan, uang tunai sekitar Rp1,9 miliar, serta sejumlah mata uang asing.

Bareskrim Polri juga tengah menelusuri sekitar 75 domain yang diduga digunakan untuk menjalankan jaringan perjudian daring lintas negara.

Gambar

Menurut Haidar Alwi, ancaman kejahatan saat ini telah berubah menjadi lebih kompleks karena memanfaatkan teknologi digital dan jaringan internasional.

“Di era digital, kejahatan tidak lagi selalu membawa senjata. Ia hadir dalam bentuk server, algoritma, dan jaringan keuangan internasional yang bekerja diam-diam menguras harapan masyarakat,” ujar Haidar Alwi.

Ia menilai keberhasilan pengungkapan kasus tersebut menunjukkan kemampuan Polri dalam bidang cyber intelligence, digital forensics, hingga penelusuran transaksi keuangan lintas negara.

Haidar menyebut transformasi Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui konsep Presisi telah membawa institusi kepolisian menjadi lebih modern, adaptif, dan berbasis teknologi.

Menurutnya, konsep Presisi yang mencakup Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan terlihat dalam operasi pengungkapan jaringan judi online internasional tersebut.

“Ketika polisi mampu mengikuti jejak data, menelusuri arus uang, dan mengurai struktur kejahatan lintas negara, hukum tidak lagi hanya hadir sebagai reaksi, tetapi menjadi sistem perlindungan strategis bagi bangsa,” katanya.

Haidar juga menegaskan judi online merupakan ancaman serius terhadap ketahanan ekonomi keluarga dan stabilitas sosial masyarakat karena dapat memicu utang, gangguan psikologis, hingga kebocoran ekonomi nasional.

Ia menilai langkah Polri membongkar jaringan tersebut merupakan bentuk perlindungan negara terhadap masyarakat dari dampak destruktif perjudian digital.

“Ketika Polri memutus jaringan itu, yang diselamatkan bukan hanya transaksi, tetapi juga ketahanan keluarga dan masa depan generasi Indonesia,” tegasnya.

Haidar Alwi pun mengajak masyarakat memberikan apresiasi secara objektif terhadap kinerja aparat penegak hukum yang dinilai berhasil menjaga keamanan digital nasional.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap