Pelantikan DPP IKAL-Lemhannas 2026-2031 Perkuat Ketahanan Nasional dan Hilirisasi

oleh
Pelantikan DPP IKAL-Lemhannas masa bakti 2026–2031 di Gedung Lemhannas RI, Jakarta, yang menyoroti penguatan ketahanan nasional dan hilirisasi ekonomi Indonesia.
17.8K pembaca

Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI (IKAL-Lemhannas) masa bakti 2026–2031 resmi dilantik di Gedung Lemhannas RI, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Ketua Umum DPP IKAL-Lemhannas, Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., MA., Ph.D., IPU, menegaskan kepengurusan baru akan memprioritaskan konsolidasi internal organisasi sebelum menjalankan agenda strategis nasional.

Menurut Ketua Bidang Informasi DPP IKAL-Lemhannas 2026–2031, DR. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., S.H., M.H., M.Mar., pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kontribusi alumni Lemhannas dalam mendukung pembangunan nasional dan menjaga ketahanan bangsa di tengah dinamika geopolitik global.

Gambar

“Pelantikan DPP IKAL-Lemhannas periode 2026–2031 bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum memperkuat peran strategis alumni Lemhannas dalam mendukung ketahanan nasional dan pembangunan Indonesia,” ujar Capt. Hakeng.

Ia menilai Lemhannas RI memiliki posisi strategis sebagai lembaga pencetak kader pemimpin nasional lintas sektor yang memiliki wawasan geopolitik, kebangsaan, dan ketahanan nasional.

Menurutnya, keberadaan IKAL-Lemhannas sangat penting karena menghimpun alumni dari berbagai latar belakang, mulai dari birokrasi, militer, akademisi, profesional, hingga tokoh daerah yang memiliki tanggung jawab moral menjaga arah pembangunan nasional.

Capt. Hakeng juga mengapresiasi langkah Ketua Umum IKAL-Lemhannas yang memprioritaskan penguatan internal organisasi untuk memperkuat soliditas sebelum menjalankan berbagai program kebangsaan.

“Organisasi sebesar IKAL-Lemhannas membutuhkan fondasi internal yang kuat agar mampu menjadi kekuatan pemikiran dan kolaborasi kebangsaan,” katanya.

Selain penguatan internal, IKAL-Lemhannas juga menyoroti pentingnya penguatan daerah melalui Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan pembentukan koordinator regional di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Capt. Hakeng, pembangunan nasional harus memberikan ruang yang lebih besar bagi daerah agar pemerataan pembangunan dapat berjalan optimal.

“Indonesia adalah negara besar dengan tantangan pembangunan berbeda di setiap wilayah. Karena itu, penguatan daerah menjadi bagian penting dari ketahanan nasional,” ujarnya.

Dalam bidang kebangsaan, IKAL-Lemhannas berencana menjalin kerja sama dengan sejumlah kementerian untuk memperkuat sosialisasi wawasan kebangsaan dan wawasan nasional, khususnya kepada generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital.

Selain itu, IKAL-Lemhannas juga mendukung program hilirisasi nasional yang menjadi agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Capt. Hakeng menilai hilirisasi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya nasional sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia.

“Hilirisasi harus dipandang sebagai strategi nasional untuk memperkuat daya saing Indonesia. Kita tidak boleh terus bergantung pada ekspor bahan mentah,” tegasnya.

Ia menambahkan, hilirisasi tidak hanya penting di sektor energi dan pertambangan, tetapi juga perlu diperkuat di sektor pangan, pertanian, dan industri lainnya untuk menciptakan lapangan kerja serta memperkuat industri nasional.

IKAL-Lemhannas juga tengah mendorong penguatan IKAL Strategic Center sebagai pusat kajian strategis guna memberikan rekomendasi kebijakan berbasis kepentingan nasional.

Menurut Capt. Hakeng, kehadiran think tank tersebut penting untuk membantu pemerintah membaca tantangan global, mulai dari geopolitik, energi, pangan, hingga perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap