Buku Lawar Leadership mendapatkan sambutan positif dari tokoh Hindu nasional, akademisi, dan pegiat organisasi kemasyarakatan dalam kegiatan Dialog Kepemimpinan dan Bedah Buku yang digelar di Pura Adhitya Jaya, Minggu (21/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Prajaniti Hindu Indonesia.
Rangkaian HUT Prajaniti diawali dengan syukuran dan doa bersama di Pura Agung Tirta Bhuana pada Jumat (19/6/2026). Agenda kemudian dilanjutkan dengan Dialog Kepemimpinan dan Bedah Buku Lawar Leadership, serta akan ditutup dengan kegiatan penanaman bunga di Pura Parahyangan Agung Jagat Pasundan pada Minggu (28/6/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Ketua Panitia Made Widhi Adnyana dan Heny Herawati, dengan menghadirkan keynote speaker Letjen TNI I Nyoman Cantiasa serta penulis buku I Made Arya Amitaba. Acara yang didukung oleh BPR Kanti itu juga diikuti antusias oleh peserta yang menerima buku Lawar Leadership dan kaus sebagai bentuk apresiasi.
Sejumlah tokoh Hindu nasional turut hadir, di antaranya Dirjen Bimas Hindu Prof. Nengah Duija, Ketua Umum PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya, Mayjen TNI (Purn) I Putu Sastra Wingata, S.N. Suwisna, Nyoman Agus Asrama, I Ketut Wiriana, drg. Nyoman Suartanu, Ketut Budiasa, serta Dr. I Made Pande Cakra.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Prajaniti Hindu Indonesia K.S. Arsana menegaskan bahwa organisasi yang sempat vakum tersebut telah direvitalisasi sejak 2013 dan kembali aktif dalam berbagai program sosial.
Menurutnya, fokus utama dalam dua tahun terakhir adalah penguatan ekonomi dan pendidikan masyarakat melalui pembentukan koperasi berbasis profesional serta bimbingan belajar gratis untuk siswa SD dan SMP.
Sementara itu, Letjen TNI I Nyoman Cantiasa dalam paparannya bertajuk Kepemimpinan Berakar pada Budaya dan Dharma menekankan pentingnya nilai budaya dan dharma sebagai fondasi kepemimpinan.
“Pemimpin yang berlandaskan dharma akan melahirkan keputusan yang adil, bermoral, dan membawa stabilitas berkelanjutan,” ujarnya.
Penulis buku Lawar Leadership, I Made Arya Amitaba, menjelaskan bahwa kepemimpinan tidak selalu harus dipelajari dari luar negeri. Menurutnya, kearifan lokal Indonesia juga memiliki nilai yang kuat, termasuk filosofi lawar sebagai simbol kebersamaan dan harmoni.
“Kita tidak harus selalu mencari ke luar untuk belajar kepemimpinan, karena banyak nilai kearifan lokal yang dapat menjadi inspirasi, salah satunya filosofi lawar,” kata Amitaba.
Apresiasi juga disampaikan pakar kepemimpinan Mayjen TNI (Purn) Dr. I Putu Sastra Wingata yang menilai buku tersebut berhasil menghadirkan pendekatan baru dalam konsep kepemimpinan berbasis budaya.
Melalui kegiatan ini, Prajaniti Hindu Indonesia berharap nilai kepemimpinan berbasis budaya, dharma, dan kearifan lokal dapat terus dikembangkan sebagai inspirasi generasi muda.











