M.H. Thamrin, Tokoh Betawi yang Menjadikan Volksraad sebagai Mimbar Perjuangan Kemerdekaan

oleh
Seorang peserta membaca buku Logika Berpancasila di perpustakaan sebagai ilustrasi semangat memperdalam pemikiran Pancasila dan gagasan ekonomi-politik Indonesia dalam rangkaian kajian Nusantara Centre.
9.8K pembaca

Sosok Mohammad Husni (M.H.) Thamrin menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia. Melalui kiprahnya di Volksraad (Dewan Rakyat) pada masa kolonial Belanda, Thamrin memanfaatkan lembaga bentukan pemerintah kolonial itu sebagai ruang perjuangan untuk memperjuangkan hak-hak rakyat dan menumbuhkan semangat kebangsaan.

Pemikiran tersebut diulas dalam tulisan peneliti ekonomi politik Nusantara Centre, Mikhail Adam, sebagai bagian dari program kajian menyambut Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia.

Menurut Mikhail Adam, M.H. Thamrin merupakan tokoh Betawi yang lahir di tengah masa transisi ketika kolonialisme Belanda masih bercokol, sementara gagasan kemerdekaan Indonesia mulai berkembang.

Sejak muda, Thamrin aktif memperjuangkan kepentingan masyarakat Batavia melalui berbagai organisasi, di antaranya Gemeenteraad (Dewan Kota), Volksraad, Kaoem Betawi, hingga Partai Indonesia Raya.

Di Volksraad, yang saat itu dinilai hanya menjadi simbol politik kolonial, Thamrin justru menjadikannya sebagai mimbar perjuangan. Ia konsisten menyuarakan hak pendidikan, kesejahteraan masyarakat, perbaikan kampung, hingga menentang kebijakan kolonial yang dinilai merugikan rakyat.

Salah satu perjuangan yang mendapat perhatian internasional adalah penolakannya terhadap Poenale Sanctie, aturan hukuman bagi buruh perkebunan di Deli, Sumatra. Kritik yang disampaikan Thamrin memicu perhatian dunia internasional hingga mendorong penghapusan kebijakan tersebut.

Selain memperjuangkan hak-hak rakyat, Thamrin juga aktif membangun identitas kebangsaan. Ia mendorong penggunaan istilah Indonesia menggantikan sebutan Nederlandsch-Indië maupun Inlander, sebagai bagian dari perjuangan membangun kesadaran nasional.

Dalam bidang olahraga, M.H. Thamrin juga dikenal sebagai tokoh yang berperan dalam perkembangan sepak bola nasional. Ia mendukung berdirinya Voetbalbond Indonesia Jacatra (VIJ) yang kemudian menjadi cikal bakal Persija Jakarta serta turut menjadi salah satu pendiri PSSI pada 1930.

Bagi Thamrin, sepak bola bukan sekadar olahraga, tetapi media untuk membangun persatuan, solidaritas, dan semangat perjuangan rakyat Indonesia di tengah diskriminasi kolonial.

Di akhir hayatnya, M.H. Thamrin tetap menunjukkan komitmen terhadap perjuangan bangsa meski berada dalam pengawasan pemerintah kolonial. Namanya kini diabadikan menjadi salah satu jalan utama di Jakarta sebagai penghormatan atas jasa dan pengabdiannya.

Melalui kajian tersebut, Nusantara Centre mengajak generasi muda untuk kembali mengenal pemikiran para pendiri bangsa sebagai inspirasi dalam membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan bermartabat.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap