Politisi Gerindra Kecam Penyerangan Pesawat AMA dan Pembunuhan Pilot di Yahukimo

oleh
Wakil Ketua Umum PP GEKIRA Bidang Hukum dan Advokasi sekaligus Ketua DPP Partai Gerindra Bidang Agama Katolik, Dr. Haposan P. Batubara, menyampaikan kecaman atas penyerangan pesawat AMA dan pembunuhan pilot misi kemanusiaan di Yahukimo, Papua.
22.5K pembaca

Pembakaran pesawat milik Associated Mission Aviation (AMA) dan tewasnya pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, Capt. Nicholas Francis Gosselin, dalam insiden di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, menuai kecaman dari berbagai pihak. Peristiwa tersebut dinilai bukan hanya sebagai tindak kriminal, tetapi juga serangan terhadap misi kemanusiaan dan pelayanan gereja di wilayah pedalaman Papua.

Wakil Ketua Umum PP Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) Bidang Hukum dan Advokasi yang juga Ketua DPP Partai Gerindra Bidang Agama Katolik, Dr. Haposan P. Batubara, S.H., M.H., mengecam keras aksi yang diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Menurut Haposan, tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan karena korbannya merupakan pilot yang sedang menjalankan misi kemanusiaan untuk melayani masyarakat di daerah terpencil Papua.

“Ini adalah tindakan yang sangat biadab dan tidak berperikemanusiaan. Membunuh seorang pilot yang datang membawa pelayanan bagi masyarakat pedalaman merupakan pelanggaran serius terhadap nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Haposan, Sabtu (4/7/2026).

Ia menjelaskan, selama puluhan tahun AMA menjadi mitra pelayanan Gereja Katolik di Papua dengan menyediakan transportasi udara bagi tenaga pastoral, guru, tenaga kesehatan, logistik, dan kebutuhan masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau.

Menurutnya, serangan tersebut tidak hanya merusak pesawat, tetapi juga mengganggu pelayanan kemanusiaan yang selama ini menjadi harapan masyarakat pedalaman.

“Yang diserang bukan sekadar pesawat. Yang diserang adalah misi kemanusiaan, pelayanan kasih, dan harapan masyarakat pedalaman yang selama ini bergantung pada penerbangan AMA,” katanya.

Haposan menegaskan, kehadiran Gereja di Papua bertujuan memberikan pelayanan di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial, bukan menjadi bagian dari konflik. Karena itu, tindakan kekerasan terhadap pekerja dan fasilitas kemanusiaan merupakan pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mendorong terciptanya perdamaian di Papua.

“Papua membutuhkan perdamaian, rekonsiliasi, dan penghormatan terhadap kehidupan manusia. Kekerasan hanya akan memperpanjang penderitaan masyarakat,” ujarnya.

Selain menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum Capt. Nicholas Francis Gosselin, Haposan juga menyampaikan simpati kepada keluarga besar AMA dan Gereja Katolik di Papua.

Ia berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus tersebut sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus memastikan keamanan bagi seluruh tenaga kemanusiaan yang bertugas di wilayah pedalaman Papua.

“Semoga almarhum memperoleh kedamaian abadi di sisi Tuhan, keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, dan Papua menjadi tanah yang damai, di mana kemanusiaan mengalahkan kekerasan,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap