Kebersihan Museum Geusan Ulun Jadi Sorotan, Pengelola Diminta Tingkatkan Perawatan

oleh
Kondisi salah satu ruang pamer Museum Geusan Ulun di Kompleks Keraton Sumedang Larang, Sumedang. Pengunjung dan pemerhati budaya berharap kebersihan, pencahayaan, serta perawatan koleksi bersejarah terus ditingkatkan agar semakin nyaman sebagai destinasi wisata budaya.
9.8K pembaca

Kondisi kebersihan Museum Geusan Ulun yang berada di Kompleks Keraton Sumedang Larang, Kabupaten Sumedang, menjadi sorotan sejumlah pengunjung dan pemerhati budaya. Museum yang menyimpan berbagai koleksi bersejarah dinilai perlu mendapat perhatian lebih, khususnya dalam aspek kebersihan, pencahayaan, dan kenyamanan fasilitas.

Berdasarkan pantauan di lokasi, etalase kaca yang menyimpan sejumlah koleksi pusaka, termasuk Mahkota Binokasih, tampak berdebu sehingga mengurangi nilai estetika koleksi. Selain itu, beberapa ruangan museum terlihat kurang terang akibat pencahayaan yang minim.

Fasilitas pendukung seperti toilet juga dinilai memerlukan perawatan lebih baik agar pengunjung merasa nyaman saat berwisata sejarah.

Museum Geusan Ulun sendiri menyimpan berbagai benda bersejarah, di antaranya pusaka kerajaan, Mahkota Binokasih, kereta kencana, hingga koleksi tiga harimau yang diawetkan. Kekayaan koleksi tersebut menjadikan museum sebagai salah satu destinasi wisata sejarah dan budaya unggulan di Kabupaten Sumedang.

Pemerhati lingkungan dan budaya, Andy Java, berharap pengelola dapat meningkatkan kualitas perawatan museum agar sebanding dengan nilai sejarah yang dimilikinya.

“Ini adalah museum sejarah yang menyimpan jati diri bangsa. Selain menjaga kelestarian koleksi, kebersihan dan kenyamanan museum juga harus menjadi perhatian. Etalase yang bersih, pencahayaan yang baik, dan fasilitas yang terawat akan membuat pengunjung lebih nyaman serta semakin menghargai warisan budaya kita,” ujar Andy, Sabtu (4/7/2026).

Menurutnya, Museum Geusan Ulun memiliki peran penting sebagai pusat edukasi sejarah bagi masyarakat maupun wisatawan. Karena itu, pembenahan fasilitas perlu dilakukan secara berkelanjutan agar museum semakin menarik sebagai destinasi wisata budaya.

Hal senada disampaikan salah seorang pengunjung yang berharap pengelola lebih memperhatikan kebersihan museum.

“Saya datang untuk melihat langsung Mahkota Binokasih dan koleksi sejarah lainnya. Sayang, beberapa etalase terlihat berdebu dan ruangannya agak gelap. Semoga ke depan kebersihan dan fasilitasnya semakin baik sehingga pengunjung merasa lebih nyaman,” ungkapnya.

Dengan koleksi sejarah yang bernilai tinggi, Museum Geusan Ulun diharapkan terus berbenah melalui peningkatan kebersihan, pencahayaan, serta perawatan fasilitas pendukung. Langkah tersebut dinilai penting agar museum tetap menjadi kebanggaan masyarakat Sumedang sekaligus destinasi wisata budaya unggulan di Jawa Barat.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap