Hari Kebaya Nasional Ke-3 Perkuat Gerakan Perempuan Lestarikan Warisan Budaya Indonesia

oleh
Ketua Umum DPP Perempuan Indonesia Maju (PIM), Lana T. Koentjoro, memimpin rapat persiapan Hari Kebaya Nasional Ke-3 bersama organisasi perempuan dan komunitas budaya di Jakarta.
63.9K pembaca

Berbagai organisasi perempuan dan komunitas budaya terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Hari Kebaya Nasional Ke-3 yang akan diperingati pada 24 Juli 2026. Momentum ini diharapkan menjadi gerakan bersama untuk memperkuat pelestarian kebaya sebagai identitas budaya sekaligus memperkokoh peran perempuan dalam menjaga warisan bangsa.

Persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Persiapan Hari Kebaya Nasional Ke-3 Bersama Organisasi dan Komunitas Perempuan yang digelar di Jakarta, Selasa (14/7/2026). Pertemuan menjadi ajang konsolidasi berbagai organisasi perempuan untuk menyusun rangkaian kegiatan yang melibatkan komunitas budaya, generasi muda, hingga masyarakat dari berbagai daerah.

Ketua Umum DPP Perempuan Indonesia Maju (PIM), Lana T. Koentjoro, yang memimpin rapat tersebut, menegaskan bahwa pelestarian kebaya tidak dapat dilakukan oleh satu organisasi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan kita untuk terus menjaga dan melestarikan budaya, khususnya kebaya. Ini bukan hanya kegiatan satu organisasi, tetapi gerakan bersama seluruh perempuan Indonesia,” ujar Lana.

Menurutnya, kebaya bukan sekadar busana tradisional, tetapi juga simbol perjalanan sejarah, jati diri perempuan Indonesia, serta nilai-nilai budaya yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.

Rapat dihadiri sejumlah tokoh perempuan nasional, di antaranya Dewi Motik, Sinta Umar, Miranti Sirad Ginanjar, Pia Megananda, Prof. Dr. Ana Mariana, jajaran KOWANI, serta berbagai organisasi perempuan yang tergabung dalam Federasi KOWANI.

Kebaya Diakui Dunia

Lana menjelaskan, perjuangan Tim Nasional Kebaya Indonesia telah menghasilkan dua pencapaian penting, yakni penetapan Hari Kebaya Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2023 yang diperingati setiap 24 Juli serta pengakuan Kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada 4 Desember 2024.

Menurutnya, pengakuan internasional tersebut menjadi dorongan agar masyarakat Indonesia semakin bangga mengenakan kebaya dalam berbagai kesempatan.

“Semakin banyak anak muda yang memakai kebaya. Ini menjadi kebanggaan kita bersama sekaligus warisan yang akan kita teruskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Puncak Acara Digelar di Senayan City

Puncak Hari Kebaya Nasional Ke-3 akan berlangsung secara luring di Hall Ballroom Senayan City, Jakarta, pada 24 Juli 2026, mulai pukul 10.00 hingga 14.00 WIB dengan target sekitar 1.300 peserta.

Selain itu, kegiatan juga akan dilaksanakan secara daring agar masyarakat dari berbagai daerah dapat berpartisipasi.

Perayaan tahun ini akan dipadukan dengan peringatan Hari Anak Nasional melalui pertunjukan permainan tradisional Nusantara yang melibatkan anak-anak, termasuk anak berkebutuhan khusus.

“Kami ingin memperkuat kecintaan anak-anak terhadap budaya sejak dini melalui permainan tradisional dan kebaya sebagai bagian dari identitas bangsa,” ujar Lana.

Libatkan Daerah dan Generasi Muda

Hari Kebaya Nasional Ke-3 juga akan melibatkan berbagai daerah melalui gerakan Indonesia Berkebaya. Sejumlah wilayah seperti Palembang dan Sumatera Utara telah menyiapkan kegiatan yang melibatkan ribuan peserta.

Hingga tahap persiapan, sekitar 70–80 organisasi perempuan dan 22 komunitas budaya telah menyatakan dukungan terhadap penyelenggaraan Hari Kebaya Nasional Ke-3.

Selain kebaya, kegiatan ini juga akan mengangkat kekayaan budaya lain seperti batik, wastra Nusantara, sanggul, aksesori tradisional, hingga edukasi budaya yang melibatkan berbagai komunitas.

Lana berharap Hari Kebaya Nasional Ke-3 menjadi momentum memperkuat persatuan perempuan Indonesia sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya kepada generasi muda.

“Kita ingin seluruh Indonesia bergerak bersama. Dengan kebersamaan, budaya Indonesia akan terus tumbuh dan menjadi kebanggaan dunia,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap