Mushajuku Bekasi Siapkan Bekasi Martial Art Camp, Tunggu Legalitas Resmi IBCA MMA

oleh
Kegiatan latihan peserta Mushajuku Indonesia Cabang Bekasi di Bekasi Martial Art Camp sebagai bagian dari pembinaan karakter dan pengembangan atlet bela diri modern.
136.5K pembaca

Mushajuku Indonesia Cabang Bekasi terus memperkuat pembinaan generasi muda melalui program bela diri modern yang mengedepankan pembentukan karakter, disiplin, dan prestasi. Saat ini, Bekasi Martial Art Camp tengah menunggu proses legalitas resmi dari Pengurus Pusat Indonesia Beladiri Campuran Amatir (IBCA MMA) sebagai bagian dari pengembangan organisasi.

Di tengah tantangan sosial yang dihadapi generasi muda, seperti penyalahgunaan narkoba, kekerasan, kriminalitas, hingga pengaruh negatif budaya luar, pembinaan karakter dinilai menjadi kebutuhan penting. Melalui pendekatan bela diri modern, Mushajuku Indonesia berupaya membentuk generasi yang berakhlak, tangguh, dan memiliki jiwa nasionalisme.

Mushajuku Indonesia berawal dari Pusat Latihan Pemuda (Seinen Dojo) yang didirikan di Aceh pada Mei 2013. Pada 18 Desember 2016, lembaga tersebut bertransformasi di Jakarta dengan nama Mushajuku, yang berarti Sekolah Kesatria.

Mengusung konsep sekolah bela diri modern, Mushajuku memadukan latihan fisik yang efektif dengan pembinaan adab, moral, dan disiplin. Organisasi ini juga menegaskan komitmennya untuk tidak terlibat dalam politik praktis maupun isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Selain mengajarkan teknik bela diri untuk kebutuhan pertahanan diri, Mushajuku juga membuka peluang bagi anggotanya untuk berprestasi di bidang olahraga melalui kerja sama dengan sejumlah federasi nasional dan internasional.

Untuk cabang Mixed Martial Arts (MMA), Mushajuku menjalin afiliasi dengan Indonesia Beladiri Campuran Amatir (IBCA MMA). Organisasi ini juga bekerja sama dengan Indonesia Fullcontact Karate Association (IFKA), Pengurus Besar Ju-Jitsu Indonesia (PBJI), Federasi Savate Indonesia (FSI), serta pembinaan seni pertarungan tradisional seperti pedang, panahan, tongkat, pisau, dan tombak.

Di Kota Bekasi, Mushajuku telah membentuk Bekasi Martial Art Camp sebagai pusat latihan bagi anak-anak, remaja, hingga dewasa. Latihan rutin dilaksanakan setiap Sabtu pukul 07.30–09.30 WIB dan Minggu pukul 09.00–11.00 WIB di GOR Pojok Wahana, Jatiasih, Kota Bekasi.

Program pembinaan disusun secara bertahap, mulai dari pembentukan karakter, peningkatan kemampuan teknis, hingga pengembangan atlet berprestasi.

Dalam jangka pendek, Mushajuku menargetkan peningkatan jumlah peserta aktif, penyusunan kurikulum berdasarkan kelompok usia, serta keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan tingkat daerah.

Untuk jangka menengah, organisasi ini berencana membentuk tim atlet prestasi, mengirimkan delegasi ke kejuaraan regional dan nasional, menyusun program strength and conditioning, serta membangun sistem pemantauan perkembangan atlet.

Sementara dalam jangka panjang, Mushajuku menargetkan lahirnya atlet-atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional sekaligus menjadikan Bekasi Martial Art Camp sebagai pusat pembinaan olahraga bela diri terpadu.

Ketua Umum Mushajuku Bekasi, Dewi Kartini, mengatakan saat ini pihaknya tengah menunggu pengesahan keanggotaan resmi dari IBCA MMA.

“Target Dojo Mushajuku Bekasi saat ini adalah memperoleh legitimasi keanggotaan resmi dari Pengurus Pusat Indonesia Beladiri Campuran Amatir (IBCA MMA),” ujar Dewi Kartini.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Mushajuku Bekasi berharap dapat mencetak generasi muda yang berkarakter, berprestasi, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap