Gubernur Pramono Dorong OJK Perluas Pembiayaan UMKM di Jakarta

oleh
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama perwakilan OJK dalam kegiatan Institutional Visit Program Pembekalan Calon Kepala Kantor OJK Angkatan III Tahun 2026 di Balai Kota Jakarta, Rabu (12/8/2026).(Sumber: jakarta.go.id)
13.6K pembaca

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mempercepat pembangunan ekonomi serta memperluas akses keuangan masyarakat.

Hal itu disampaikan Pramono saat memberikan pembekalan kepada 45 peserta Program Pembekalan Calon Kepala Kantor OJK (PCKO) Angkatan III Tahun 2026 dalam kegiatan Institutional Visit di Balai Kota Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Pramono menyambut baik kunjungan tersebut sebagai kesempatan untuk memperkuat komunikasi dan bertukar pengalaman mengenai pengelolaan pemerintahan serta pembangunan ekonomi daerah.

Menurutnya, pemahaman mengenai kebijakan dan prioritas pembangunan daerah penting dimiliki calon pemimpin OJK agar kebijakan sektor jasa keuangan dapat berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah.

Dalam pembekalan tersebut, Pramono memaparkan sejumlah aspek pembangunan Jakarta, termasuk tata kelola pemerintahan, penguatan ekosistem keuangan daerah, hingga transformasi digital dalam pelayanan publik.

Ia menilai OJK memiliki posisi strategis dalam mendukung peningkatan investasi, memperluas akses pembiayaan, serta memperkuat pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kebijakan yang diambil diharapkan dapat searah dengan prioritas pembangunan DKI Jakarta serta mendukung percepatan pembangunan ekonomi dan keuangan daerah,” ujar Pramono.

Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan

Pramono juga meminta kerja sama Pemprov DKI Jakarta dan OJK terus diperkuat, terutama dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Selain itu, sinergi diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, mendorong digitalisasi, serta memperkuat perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.

Menurut Pramono, kolaborasi antara pemerintah daerah dan OJK diperlukan untuk membangun ekosistem keuangan yang sehat sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan.

Ia berharap kegiatan Institutional Visit tersebut dapat memberikan pengalaman langsung kepada para peserta mengenai tantangan dan peluang pembangunan ekonomi di Jakarta.

“Kami berharap sinergi yang selama ini berjalan baik antara Pemprov DKI Jakarta dan OJK dapat terus terjaga,” katanya.

Jakarta Jadi Rujukan Pengembangan Ekonomi Daerah

Kepala OJK Institute Kristianto Puji Rahayu menjelaskan, Jakarta dipilih sebagai lokasi Institutional Visit karena memiliki sejumlah program yang dinilai dapat menjadi referensi bagi pengembangan ekonomi daerah.

Salah satunya adalah program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Menurut Kristianto, para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai kebijakan pembangunan Jakarta, tetapi juga mendapatkan perspektif kepemimpinan dan cara berpikir kreatif dalam mengembangkan potensi daerah.

Sementara itu, Kepala OJK Jabodebek Edwin Nurhadi menyebutkan, PCKO Angkatan III Tahun 2026 diikuti 45 peserta. Mereka terdiri atas 33 laki-laki dan 12 perempuan yang berasal dari kantor pusat maupun kantor OJK daerah.

Para peserta tersebut dipersiapkan untuk menjadi calon pemimpin OJK yang nantinya akan bertugas di berbagai wilayah Indonesia.

Kegiatan ini diharapkan memperkuat pemahaman calon pemimpin OJK mengenai karakteristik pembangunan daerah sekaligus mendorong terciptanya kebijakan sektor jasa keuangan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Catatan: Informasi ini dikutip dari portal resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rabu (12/8/2026).

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap