Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia bertumpu pada ekonomi desa dan ekonomi kerakyatan. Pemerintah memperkuat sektor tersebut melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pembangunan infrastruktur desa, akses air bersih, serta peningkatan peran UMKM.
Hal itu disampaikan Presiden Prabowo dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Presiden mengatakan ekonomi kerakyatan memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi Indonesia, termasuk ketika menghadapi krisis.
“Krisis 1998 menunjukkan bahwa ekonomi desa dan ekonomi kerakyatan tetap kuat. Yang menyelamatkan kita justru UMKM dan ekonomi kerakyatan,” ujar Prabowo.
Menurutnya, penguatan ekonomi desa harus didukung konektivitas yang memadai. Infrastruktur dasar menjadi salah satu kunci agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat berkembang.
Target 30 Ribu Koperasi Beroperasi Optimal
Presiden Prabowo juga menyoroti pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Hingga saat ini, sebanyak 10.000 koperasi disebut telah beroperasi. Dari jumlah tersebut, sekitar 3.300 koperasi telah menjalankan operasional secara optimal.
Operasional optimal ditandai dengan tersedianya sarana pendukung seperti listrik dan air serta sistem digital terpusat yang memungkinkan pemantauan stok barang secara langsung.
Pemerintah menargetkan 30.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih beroperasi secara optimal pada akhir 2026.
“Target kita tinggi. Kita ingin mempercepat pembangunan ekonomi rakyat,” kata Prabowo.
Pemerintah Dorong UMKM dan Ekonomi Hijau
Selain koperasi, pemerintah terus memperkuat UMKM sebagai salah satu fondasi ekonomi nasional. Presiden juga menyinggung upaya pemerintah meningkatkan pembagian hasil bagi pekerja, termasuk pengemudi ojek online.
Menurut Prabowo, porsi hasil yang diterima pengemudi ojek online sebelumnya sekitar 80 persen. Setelah adanya rekomendasi pemerintah, porsi tersebut meningkat menjadi 92 persen.
“Para pengemudi sekarang mendapatkan 92 persen dari jerih payah mereka dan banyak pengemudi melaporkan penghasilan mereka naik signifikan,” ujarnya.
Pemerintah juga mengembangkan ekonomi hijau agar pengelolaan sumber daya alam dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Presiden menyebut Indonesia telah memberlakukan sistem registrasi unit karbon dan mengoperasikan bursa nilai ekonomi karbon dengan mengacu pada standar karbon dunia.
Menurutnya, upaya menjaga hutan dan mengurangi emisi harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Ekonomi hijau harus memberi manfaat kepada rakyat kita. Kita bangun, tetapi harus menciptakan nilai tambah bagi rakyat kita,” tegasnya.
Ribuan Jembatan Desa Dibangun
Penguatan ekonomi desa juga dilakukan melalui pembangunan infrastruktur dasar. Presiden menyebut pemerintah telah menyelesaikan pembangunan 2.500 jembatan desa oleh TNI dan 874 jembatan oleh Polri sepanjang 2026.
Pemerintah menargetkan lebih dari 5.000 jembatan desa dapat selesai pada akhir tahun ini.
Prabowo menegaskan pembangunan jembatan dibutuhkan untuk memastikan masyarakat, khususnya anak-anak, tidak lagi menghadapi risiko ketika menyeberangi sungai atau menempuh perjalanan jauh menuju sekolah.
“Tidak boleh lagi ada anak-anak kita yang harus bertaruh nyawa hanya untuk menyeberang sungai untuk ke sekolah karena tidak ada jembatan,” katanya.
3.000 Titik Air Bersih Dibangun
Selain konektivitas, pemerintah juga memperluas akses air bersih di wilayah pedesaan.
Dalam delapan bulan pertama 2026, sebanyak 3.000 titik air desa telah dibangun oleh TNI.
Presiden mengatakan pembangunan tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat yang masih harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan air bersih.
Air tersebut dibutuhkan tidak hanya untuk minum dan mandi, tetapi juga untuk beribadah, memenuhi kebutuhan ternak, serta mendukung kegiatan pertanian.
“Banyak rakyat kita yang tidak punya akses kepada air bersih. Mereka harus berjalan dengan susah payah, berkilo-kilo hanya untuk mengambil satu atau dua jerigen air bersih,” ujar Prabowo.
Presiden menegaskan penguatan ekonomi desa harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari koperasi, UMKM, infrastruktur, akses air bersih, hingga pengembangan ekonomi hijau. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Catatan: Informasi ini dikutip dari website resmi Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, Jumat (14/8/2026).







