Wamensos Ajak Humas Sekolah Rakyat Peduli Korban Bencana

oleh
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono memberikan arahan kepada peserta Peningkatan Kapasitas SDM Pengelola Kehumasan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bogor, Jumat (21/8/2026). (Sumber: Kemensos.go.id)
57.3K pembaca

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengajak peserta Peningkatan Kapasitas SDM Pengelola Kehumasan Sekolah Rakyat mendoakan masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Indonesia.

Ajakan tersebut disampaikan Agus Jabo saat menutup kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Pengelola Kehumasan Sekolah Rakyat di Harris Hotel and Convention, Cibinong City Mall, Kabupaten Bogor, Jumat (21/8/2026).

Agus secara khusus mengajak peserta mendoakan masyarakat terdampak bencana di Sumatra, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan, serta sejumlah wilayah lainnya.

“Pertama, marilah kita mendoakan saudara-saudara kita yang saat ini sedang menghadapi musibah akibat bencana alam, baik yang terjadi di Sumatera, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan, maupun beberapa wilayah lainnya,” ujar Agus.

Ia berharap masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Sementara bagi warga yang terdampak dan terpaksa mengungsi, ia berharap seluruh kebutuhan dasar mereka dapat terpenuhi.

Agus juga mendorong pemerintah terus memperkuat penanganan, rehabilitasi, dan rekonstruksi agar kehidupan masyarakat di wilayah terdampak dapat kembali normal.

Humas Sekolah Rakyat Diminta Bangun Kepercayaan Publik

Dalam kesempatan tersebut, Agus Jabo menekankan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar program pembangunan sekolah, tetapi bagian dari upaya membangun harapan bagi anak-anak dari keluarga miskin.

Karena itu, peran pengelola kehumasan dinilai sangat penting untuk memastikan informasi mengenai Sekolah Rakyat dapat diterima masyarakat secara jelas, transparan, dan mudah dipahami.

“Tugas humas bukan hanya sekadar membuat berita, mengambil foto, atau video. Lebih dari itu, humas adalah wakil dan wajah dari Sekolah Rakyat,” kata Agus.

Menurutnya, humas harus mampu menjadi jembatan komunikasi antara Sekolah Rakyat dan masyarakat. Informasi yang disampaikan diharapkan dapat membuat publik memahami sekaligus mendukung keberadaan program tersebut.

Agus menilai pekerjaan kehumasan memiliki posisi strategis karena dapat memperluas akses informasi kepada masyarakat. Informasi yang disampaikan harus memiliki jangkauan luas, transparan, manusiawi, dan memberikan pemahaman yang utuh.

Ia juga mengingatkan bahwa Sekolah Rakyat memiliki tujuan khusus dibandingkan sekolah reguler. Program tersebut dirancang sebagai salah satu upaya pemerintah untuk membantu mengentaskan kemiskinan melalui akses pendidikan.

“Sekolah Rakyat itu berbeda dengan sekolah-sekolah reguler yang lain. Ini yang harus menjadi dasar kita dalam menjalankan kerja-kerja humas. Bukan karena kualitasnya yang berbeda, tetapi Sekolah Rakyat ini dibangun oleh Bapak Presiden dengan tujuan khusus, yaitu mengentaskan kemiskinan,” ujarnya.

240 Peserta Ikuti Penguatan Kapasitas

Agus menegaskan keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan dapat membuka kembali kesempatan bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk memiliki masa depan yang lebih baik.

Menurutnya, pendidikan melalui Sekolah Rakyat harus mampu menumbuhkan kembali harapan dan cita-cita anak-anak yang sebelumnya menghadapi keterbatasan akses.

“Saya ingin mengucapkan selamat bertugas. Kalian adalah wajah-wajah Sekolah Rakyat. Sekolah Rakyat adalah wajah dari Kementerian Sosial. Dan kalian, humas Kementerian Sosial, adalah wajah dari Bapak Presiden. Tolong jaga anak-anak dengan penuh tanggung jawab,” tutur Agus.

Kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Pengelola Kehumasan Sekolah Rakyat berlangsung pada 18–22 Agustus 2026 dan diikuti 240 peserta.

Peserta terdiri atas 166 perwakilan Sekolah Rakyat, 32 perwakilan Unit Pelaksana Teknis (UPT), sentra, dan Sentra Terpadu di lingkungan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, serta delapan peserta dari Balai dan Pusdiklatbangprof. Selain itu, kegiatan juga diikuti Satgas Kehumasan di bawah koordinasi Biro Humas.

Sejumlah pejabat Kementerian Sosial turut hadir, di antaranya Inspektur Jenderal Dody Sukmono, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Agus Zainal, Tenaga Ahli Menteri Galih Hidayatullaj, Kepala Pusdiklatbangprof Afrizon Tanjung, Kepala Biro Humas Devi Deliani, dan Direktur PSNK Faisal.

Catatan: Informasi ini dikutip dari situs resmi Kementerian Sosial Republik Indonesia, Sabtu (22/8/2026).

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap