Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) RI Taufik Hidayat menghadiri pembukaan Grand Final Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI di Gedung Nusantara IV, Kompleks DPR RI, Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti pelajar tingkat SMA yang merupakan perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia. Selain menjadi ajang kompetisi pengetahuan, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat karakter dan wawasan kebangsaan generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan.
Pembukaan Grand Final ditandai dengan pembunyian alat musik angklung secara bersama-sama oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wamenpora Taufik Hidayat, serta sejumlah pejabat lainnya.
Dalam sambutannya, Ahmad Muzani mengapresiasi perjuangan para peserta yang telah melewati proses seleksi mulai tingkat kabupaten/kota hingga provinsi sebelum mencapai tingkat nasional.
Menurutnya, keberhasilan mencapai babak grand final merupakan hasil dari kerja keras, komitmen, dan ketekunan para pelajar.
Muzani mengingatkan bahwa keberhasilan dalam kompetisi tidak hanya diukur dari piala atau sertifikat yang diperoleh. Lebih penting, para peserta diharapkan mampu menerapkan nilai persatuan, toleransi, kebersamaan, dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
“Kemenangan sejati adalah ketika para peserta mampu menjadi teladan dalam menjaga persatuan, toleransi, kebersamaan, dan spirit gotong royong di lingkungan masing-masing,” ujar Muzani.
Dorong Pelajar Pahami Konstitusi
Muzani menilai Cerdas Cermat 4 Pilar MPR tidak sekadar bertujuan mencari pemenang. Kompetisi tersebut juga menjadi sarana untuk menumbuhkan generasi muda yang memahami konstitusi dan landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia meminta para peserta tidak berhenti belajar setelah kompetisi berakhir. Pelajar didorong terus membaca, mencari informasi, bertanya, dan berdiskusi untuk memperluas wawasan.
“Meskipun cerdas cermat empat pilar ini akan selesai pada waktunya, keharusan untuk terus membaca, terus belajar, terus bertanya, dan terus berdiskusi adalah keharusan saudara sebagai pelajar, sebagai calon pemimpin bangsa,” katanya.
Peserta Diminta Jaga Persaudaraan
Selain kemampuan akademik, Muzani menekankan pentingnya menjaga hubungan dan persaudaraan antarpeserta.
Ia bahkan mendorong peserta membentuk grup komunikasi bersama sebagai sarana mempererat silaturahmi setelah kompetisi berakhir.
Menurut Muzani, semangat menjaga persatuan dan gotong royong harus dimulai dari lingkungan terdekat, seperti sekolah, keluarga, dan masyarakat.
“Kita punya kewajiban menjaga negara, menjaga kebersamaan, menjaga persatuan, menjaga kegotongroyongan di sekolah kita, di keluarga kita, di kampung kita,” ujarnya.
Ia meyakini kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu ruang untuk menyiapkan calon pemimpin masa depan. Para peserta diharapkan mampu berkembang dan kelak berkontribusi sebagai pemimpin di tingkat daerah maupun nasional.
“Yang kami harapkan, saudara nanti akan menjadi pemimpin di daerahnya, pemimpin di tingkatnya, bahkan mungkin di antara saudara akan ada yang menjadi pemimpin di tingkat nasional,” pungkasnya.
Catatan: Informasi ini dikutip dari situs resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Minggu (23/8/2026).











