Hanif, Bocah 7 Tahun Wakili Papua Tengah di MTQ Nasional

oleh
Muhammad Hanif Lutfi, 7 tahun, menjadi salah satu peserta muda yang membawa nama Papua Tengah dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah.(Sumber: kemenag.go.id)
6.6K pembaca

Muhammad Hanif Lutfi, 7 tahun, menjadi salah satu peserta muda yang membawa nama Papua Tengah dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah.

Hanif tampil pada cabang Seni Baca Al-Qur’an golongan Tartil Al-Qur’an putra. Ia merupakan utusan yang berasal dari Puncak Jaya, Papua Tengah, dan berhasil melaju ke tingkat nasional setelah mengikuti rangkaian seleksi di daerah.

Hanif mulai belajar Al-Qur’an sejak berusia empat tahun. Sejak itu, membaca dan menghafal Al-Qur’an menjadi bagian dari aktivitas hariannya.

“Dari umur 4 tahun,” ujar Hanif saat ditanya sejak kapan mulai belajar dan menyukai Al-Qur’an di Semarang, Jumat (18/9/2026).

Saat ini, Hanif telah menghafal Juz 30. Untuk menghadapi MTQ Nasional, ia menjalani latihan secara rutin. Latihan dimulai selepas Subuh hingga pagi, kemudian dilanjutkan pada sore hari hingga Magrib.

Hanif kembali belajar selepas Magrib hingga Isya. Rutinitas tersebut dilakukan untuk mempersiapkan penampilannya di panggung MTQ Nasional.

Ketika ditanya mengenai kesiapannya mengikuti perlombaan, Hanif menjawab singkat.

“Sudah,” katanya.

Belajar Al-Qur’an di Rumah Tilawah

Hanif sehari-hari belajar Al-Qur’an di Rumah Tilawah Jam’iyyatul Qurro’ Timika. Tempat tersebut menjadi wadah bagi anak-anak untuk mempelajari dan memperdalam kemampuan membaca serta menghafal Al-Qur’an.

Pembina Rumah Tilawah Jam’iyyatul Qurro’ Timika, Ustaz Kamsir, mengatakan pembelajaran dilaksanakan secara rutin setiap malam. Saat ini, sekitar 60 anak mengikuti kegiatan tersebut dengan jadwal dan program pembelajaran yang disesuaikan.

“Setiap malam kita belajar bersama-sama. Itu anak di rumah ada 60 orang. Jadwalnya berbeda, programnya berbeda,” jelas Ustaz Kamsir.

Pembelajaran menggunakan metode talqin. Setelah menyelesaikan materi, peserta kemudian diuji satu per satu untuk mengetahui kemampuan dan perkembangan belajarnya.

“Setiap malam kita lakukan secara talqin. Nanti setelah ada yang mau selesai, baru kita tes satu-satu,” lanjutnya.

Menurut Ustaz Kamsir, pembinaan tersebut dilakukan untuk membiasakan anak-anak mempelajari Al-Qur’an sejak usia dini. Hanif menjadi salah satu anak yang mengikuti proses pembinaan tersebut hingga mendapat kesempatan tampil di MTQ Nasional XXXI.

Pesan Hanif untuk Anak-Anak

Bagi Hanif, tampil di MTQ Nasional bukan hanya tentang mengikuti perlombaan. Ia juga memiliki pesan sederhana untuk anak-anak seusianya.

Hanif mengajak teman-temannya mencintai dan terus belajar Al-Qur’an.

“Harus mencintai Al-Qur’an dan harus belajar Al-Qur’an,” pesan Hanif.

Perjalanan Hanif dari lingkungan pembelajaran Al-Qur’an hingga tampil di tingkat nasional menjadi bagian dari proses pembinaan generasi muda. Sejak belajar pada usia empat tahun, ia terus berlatih hingga mendapat kesempatan membawa nama Papua Tengah di MTQ Nasional XXXI.

Catatan: Informasi ini dikutip dari situs resmi Kementerian Agama Republik Indonesia, Sabtu (19/9/26).

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap