Samuel Cetak Personal Best di Asian Games 2026

oleh
Atlet modern pentathlon Indonesia menjalani pertandingan pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Aichi, Jepang. (Sumber: kemenpora.go.id)
4.9K pembaca

Tim modern pentathlon Indonesia mencatat sejumlah peningkatan catatan pribadi pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Salah satunya ditunjukkan Samuel Christian Matulatuwa yang nyaris melaju ke final nomor putra.

Samuel finis di peringkat ke-10 dari 18 atlet pada semifinal Grup B dengan mengoleksi 1.456 poin. Ia hanya terpaut 12 poin dari atlet Filipina, Samuel German, yang berada di posisi kesembilan dengan 1.468 poin dan menjadi batas terakhir untuk lolos ke final.

Meski gagal melaju ke final, Samuel menilai penampilannya cukup baik di tengah persaingan ketat. Ia juga mengatakan masih ada sejumlah hal yang perlu diperbaiki untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

“Pertandingannya sangat kompetitif, atlet-atletnya bagus semua. Secara keseluruhan saya lumayan senang dengan performa saya.”

Asian Games 2026 juga menjadi ajang dengan format baru bagi cabang modern pentathlon. Nomor berkuda digantikan dengan obstacle run, yang menjadi salah satu disiplin yang harus dijalani atlet bersama anggar, renang, dan laser run.

Samuel menilai perubahan tersebut membuat proses adaptasi menjadi lebih mudah. Ia mengaku menyukai nomor obstacle karena sudah terbiasa dengan aktivitas yang berkaitan dengan panjat.

“Semenjak diubah jadi obstacle, lebih mudah untuk kami adaptasi. Saya sendiri memang senang dengan obstacle panjat-panjat karena dari dulu suka main.”

Catatan Waktu Samuel Meningkat

Sekretaris Jenderal PP Modern Pentathlon Indonesia, Marsma TNI Ridwan Gultom, mengatakan para atlet menunjukkan perkembangan selama Asian Games 2026.

Samuel, misalnya, mencatat waktu 55 detik pada nomor renang 200 meter gaya bebas, lebih cepat dibanding catatan sebelumnya yang berada di kisaran 57 detik. Pada nomor obstacle, catatannya juga meningkat dari 28 detik pada kualifikasi sebelumnya menjadi 24 detik.

“Sam yang biasanya renang 57 detik, sekarang bisa 55 detik. Demikian juga untuk obstacle-nya. Tahun lalu waktu kualifikasi dia 28 detik, tadi ini bisa 24 detik. Anak-anak semuanya menunjukkan kenaikan progres.”

Sebelum Asian Games, PP Modern Pentathlon Indonesia memang menyiapkan lima atlet yang terdiri atas tiga putri dan dua putra. Mereka adalah Nurfa Inayah Nurul Qalbi, Sri Wahyuni, Caroline Andita Bangun, Samuel Christian Matulatuwa, dan Muhammad Ifsan.

Di sektor putri, Caroline Bangun berhasil menempati peringkat kedelapan pada semifinal Grup A dengan 1.351 poin dan melaju ke final. Sementara itu, Nurfa Qalbi berada di posisi ke-12 dengan 1.170 poin.

Ridwan mengapresiasi penampilan para atlet sekaligus menyebut keberadaan fasilitas latihan obstacle di Indonesia membantu proses persiapan.

“Anak-anak semua luar biasa, terima kasih juga sama Pak Ketum karena kita juga sudah punya fasilitas obstacle sendiri.”

Catatan: Informasi ini dikutip dari situs resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Sabtu (19/9/26).

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap