Google Maps Tidak Akurat? Cek 9 Hal Ini Agar Lokasi Lebih Tepat

oleh
Ilustrasi Google Maps yang menunjukkan posisi lokasi tidak akurat pada smartphone. Akurasi lokasi dapat dipengaruhi sinyal GPS, Wi-Fi, jaringan seluler, sensor perangkat, serta kondisi lingkungan sekitar.
3.2K pembaca

Pengguna Google Maps mungkin pernah mengalami posisi lokasi yang tidak sesuai dengan tempat sebenarnya. Kondisi Google Maps tidak akurat dapat terlihat dari titik biru yang berpindah-pindah, menunjukkan posisi yang melenceng, atau arah navigasi yang tidak sesuai.

Masalah tersebut tidak selalu berasal dari aplikasi Google Maps. Akurasi lokasi pada smartphone dipengaruhi oleh sejumlah sumber, termasuk GPS, jaringan Wi-Fi, menara seluler, serta sensor perangkat.

Google menjelaskan bahwa titik biru pada Maps menunjukkan lokasi perangkat. Jika lingkaran biru di sekitar titik tersebut semakin lebar, artinya Maps memiliki tingkat kepastian lokasi yang lebih rendah.

Lantas, apa saja yang perlu diperiksa ketika Google Maps tidak akurat?

1. Periksa Pengaturan Lokasi

Hal pertama yang perlu diperiksa adalah apakah layanan lokasi pada smartphone sudah aktif.

Google Maps membutuhkan izin lokasi untuk menentukan posisi pengguna. Jika layanan lokasi dimatikan atau izin lokasi untuk aplikasi dibatasi, Maps dapat mengalami kesulitan dalam menentukan posisi secara tepat.

Pada Android, pengguna dapat membuka Setelan > Lokasi dan memastikan layanan lokasi telah aktif.

Pengguna juga perlu memeriksa izin Google Maps agar aplikasi dapat mengakses lokasi sesuai kebutuhan.

2. Aktifkan Akurasi Lokasi

Pada perangkat Android yang mendukung layanan Google Play, terdapat fitur Akurasi Lokasi yang dapat membantu menentukan posisi dengan lebih tepat.

Fitur tersebut menggunakan kombinasi sumber seperti GPS, Wi-Fi, jaringan seluler, serta sensor perangkat. Penggunaan berbagai sumber ini membantu perangkat menentukan lokasi, terutama ketika sinyal GPS terhalang atau pengguna berada di dalam ruangan.

Google menyarankan agar Akurasi Lokasi diaktifkan jika pengguna membutuhkan penentuan posisi yang lebih presisi.

3. Periksa Sinyal GPS

Sinyal GPS menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan posisi perangkat.

Google menjelaskan bahwa GPS dapat memberikan lokasi hingga sekitar radius 20 meter dalam kondisi tertentu. Namun, GPS bisa menjadi kurang akurat ketika perangkat berada di dalam bangunan atau di bawah tanah.

Bangunan tinggi, tempat parkir bertingkat, terowongan, dan berbagai penghalang lainnya dapat mengganggu penerimaan sinyal satelit.

Jika posisi Google Maps melenceng, cobalah berpindah ke area terbuka dan tunggu beberapa saat agar perangkat mendapatkan sinyal GPS yang lebih baik.

4. Pastikan Wi-Fi atau Data Seluler Aktif

Google Maps tidak hanya mengandalkan GPS. Informasi dari jaringan Wi-Fi dan menara seluler juga dapat membantu perangkat memperkirakan lokasi.

Karena itu, ketika Google Maps tidak akurat, pastikan koneksi internet tersedia dan dalam kondisi baik.

Google menyarankan pengguna mengaktifkan Wi-Fi atau data seluler ketika mengalami masalah akurasi lokasi.

5. Kalibrasi Kompas

Jika titik biru sudah berada di lokasi yang benar tetapi arah yang ditunjukkan tidak sesuai, masalahnya bisa berkaitan dengan sensor kompas perangkat.

Google Maps menyediakan opsi untuk melakukan kalibrasi. Pada Android, pengguna dapat membuka Google Maps dan melakukan gerakan seperti angka delapan beberapa kali hingga arah yang ditunjukkan menjadi lebih tepat.

Kalibrasi ini terutama berguna ketika sorotan arah dari titik biru terlalu lebar atau menunjuk ke arah yang salah.

6. Matikan Mode Pesawat

Mode pesawat dapat mematikan atau membatasi berbagai koneksi perangkat yang dibutuhkan untuk membantu menentukan lokasi.

Jika Google Maps tiba-tiba tidak menemukan lokasi atau menunjukkan posisi yang tidak sesuai, periksa apakah mode pesawat sedang aktif.

Setelah koneksi kembali normal, buka Google Maps dan tunggu beberapa saat agar perangkat memperbarui posisi.

7. Periksa Mode Hemat Baterai

Mode hemat baterai dapat membatasi aktivitas tertentu pada smartphone.

Google mencantumkan mode penghemat baterai sebagai salah satu hal yang perlu diperiksa ketika lokasi pada Maps berpindah-pindah.

Jika mengalami masalah posisi yang tidak stabil, pengguna dapat mencoba menonaktifkan sementara mode hemat baterai dan melihat apakah akurasi lokasi membaik.

8. Hindari Menggunakan GPS di Tempat yang Terhalang

Lingkungan sekitar sangat berpengaruh terhadap penerimaan sinyal GPS.

Gedung tinggi, atap kendaraan, dinding tebal, area bawah tanah, dan penghalang lainnya dapat mengurangi kemampuan perangkat dalam menerima sinyal satelit. Apple juga menjelaskan bahwa penghalang seperti tembok, atap kendaraan, dan bangunan tinggi dapat menghalangi jalur pandang perangkat ke satelit GPS.

Jika memungkinkan, gunakan Google Maps di area terbuka ketika membutuhkan posisi yang lebih akurat.

9. Restart Smartphone

Jika berbagai pengaturan sudah benar tetapi Google Maps tetap menunjukkan posisi yang salah, pengguna dapat mencoba melakukan restart pada smartphone.

Setelah perangkat menyala kembali, aktifkan lokasi dan buka Google Maps untuk melihat apakah titik posisi sudah kembali normal.

Google juga memasukkan memulai ulang perangkat sebagai salah satu langkah yang dapat dicoba ketika lokasi masih tidak sesuai.

Cara Mengetahui Apakah Lokasi Google Maps Akurat

Pengguna dapat melihat titik biru pada Google Maps untuk memperkirakan tingkat akurasi lokasi.

Jika terdapat lingkaran biru yang kecil di sekitar titik, Maps memiliki tingkat kepastian yang lebih tinggi terhadap posisi perangkat. Sebaliknya, lingkaran biru yang semakin lebar menunjukkan ketidakpastian yang lebih besar.

Jika titik biru berwarna abu-abu atau tidak muncul, Google Maps mungkin tidak dapat menemukan lokasi perangkat saat ini dan dapat menampilkan lokasi terakhir yang diketahui.

Jika Google Maps Masih Tidak Akurat

Apabila setelah melakukan berbagai langkah tersebut lokasi masih melenceng, periksa kembali izin lokasi aplikasi, koneksi internet, kondisi GPS, serta sensor perangkat.

Pada perangkat Android, pengguna juga dapat memastikan fitur Akurasi Lokasi telah aktif. Fitur tersebut menggabungkan GPS, Wi-Fi, jaringan seluler, dan sensor tertentu untuk membantu menentukan lokasi secara lebih akurat.

Untuk pengguna iPhone, layanan lokasi dapat menggunakan informasi dari GPS, Wi-Fi, jaringan seluler, dan Bluetooth untuk membantu menentukan lokasi perangkat.

Dengan demikian, Google Maps tidak akurat bukan berarti aplikasi mengalami kerusakan. Akurasi lokasi sangat bergantung pada kondisi lingkungan, sinyal GPS, koneksi jaringan, pengaturan lokasi, dan kemampuan sensor pada perangkat.

Jika masalah terus terjadi bahkan di area terbuka dengan koneksi dan pengaturan yang sudah benar, pengguna dapat mempertimbangkan pemeriksaan perangkat lebih lanjut.

Sumber Berita

  • Google Maps Help — informasi mengenai cara menemukan dan meningkatkan akurasi lokasi di Google Maps.
  • Android Help — informasi mengenai fitur Akurasi Lokasi dan sumber yang digunakan perangkat untuk menentukan posisi.
  • Android Help — panduan mengelola pengaturan lokasi pada perangkat Android.
  • Apple Support — informasi mengenai Layanan Lokasi dan faktor yang memengaruhi akurasi GPS.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap