Pendaftaran SMK Go Global Batch 2 Dibuka 28 September

oleh
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin menyampaikan pengembangan program SMK Go Global untuk meningkatkan kompetensi calon pekerja migran Indonesia.(Sumber: komdigi.go.id)
5.1K pembaca

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) membuka pendaftaran Program Peningkatan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia atau SMK Go Global Batch 2 Tahun 2026.

Pendaftaran dibuka mulai 28 September hingga 31 Oktober 2026. Program ini ditujukan untuk meningkatkan keterampilan dan kesiapan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional.

Program SMK Go Global menjadi bagian dari upaya pemerintah menyiapkan calon pekerja migran dengan kompetensi yang dibutuhkan sebelum memasuki dunia kerja di luar negeri. KP2MI sebelumnya menyebut target program ini mencapai 40.000 peserta pada 2026 dalam dua batch.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengatakan pembukaan Batch 2 memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk mengikuti pelatihan yang berkaitan dengan kebutuhan dunia kerja global.

“Mulai 28 September ini kita buka pendaftaran Program Peningkatan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia Batch 2. Ini menjadi bagian dari ekosistem SMK Go Global. Kami ingin kesempatan peningkatan kompetensi ini bisa dimanfaatkan oleh lulusan SMK dan masyarakat umum yang ingin mempersiapkan diri bekerja di luar negeri,” ujar Mukhtarudin, Minggu (27/9/2026).

Menurut Mukhtarudin, keterampilan yang telah dimiliki lulusan SMK perlu terus disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan tenaga kerja di negara tujuan penempatan.

“Anak-anak SMK sudah punya bekal keterampilan. Tinggal bagaimana kita tingkatkan lagi kapasitasnya supaya keterampilan itu semakin sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, termasuk kebutuhan tenaga kerja di luar negeri,” katanya.

Program tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi lulusan SMK. Masyarakat umum yang memenuhi persyaratan juga dapat mengikuti program, termasuk lulusan perguruan tinggi.

“SMK Go Global bukan hanya untuk SMK, tapi untuk umum. Kalau ada lulusan D3, S1, maupun S2 yang ingin mendaftar, silakan mendaftar,” ujar Mukhtarudin.

Pelatihan Bahasa dan Kompetensi

Program peningkatan kapasitas ini menyediakan dua kelompok pelatihan, yaitu pelatihan bahasa dan pelatihan kompetensi berdasarkan sektor pekerjaan.

Sejumlah bidang yang menjadi bagian dari pelatihan antara lain kesehatan, hospitality, pertanian, dan transportasi. Pada pelaksanaan program secara lebih luas, KP2MI juga mencantumkan sektor seperti konstruksi dan manufaktur yang disesuaikan dengan kebutuhan negara tujuan.

Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan memiliki keterampilan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar kerja luar negeri. Program ini juga diarahkan untuk memperkuat kesiapan calon pekerja migran sebelum mengikuti proses penempatan secara resmi.

Pendaftaran Batch 2 berlangsung pada 28 September sampai 31 Oktober 2026 melalui kanal pendaftaran BP3MI. Pada pendaftaran kali ini, calon peserta tidak lagi diwajibkan memiliki kartu kuning atau AK-1.

Mukhtarudin berharap program tersebut dapat memperluas akses masyarakat terhadap peningkatan kompetensi sekaligus membuka peluang bagi tenaga kerja Indonesia untuk memasuki pasar kerja internasional.

“Kita ingin anak-anak muda Indonesia punya kesempatan yang lebih luas. Dengan kompetensi yang baik, mereka bisa bekerja dengan lebih siap dan memiliki daya saing ketika masuk ke pasar kerja global,” pungkas Mukhtarudin.

Program SMK Go Global sendiri merupakan bagian dari kebijakan penyiapan calon pekerja migran terampil. KP2MI menargetkan penyiapan 500.000 calon pekerja migran terampil hingga 2029, dengan sasaran tidak hanya lulusan SMK tetapi juga masyarakat umum, termasuk sarjana.

Sumber: komdigi.go.id
Informasi ini dikutip dari situs resmi Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Minggu (27/9/2026).

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap