Gunung Ili Lewotolok Erupsi, Lava Pijar Meluncur 600 Meter ke Arah Permukiman

oleh
Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali erupsi dengan luncuran lava pijar ke arah sektor tenggara. (Foto: Dok. MAGMA Indonesia/Badan Geologi)
4.3K pembaca

Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Minggu (27/9/2026) malam. Aktivitas vulkanik tersebut ditandai dengan luncuran lava pijar hingga sekitar 600 meter dari bibir kawah.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ili Lewotolok, luncuran lava pijar bergerak ke arah sektor tenggara. Area yang berada pada arah luncuran tersebut mencakup kawasan Desa Jontona, Kecamatan Ile Ape, dan Desa Baopukang, Kecamatan Ile Ape Timur.

Aktivitas erupsi Gunung Ili Lewotolok dalam beberapa hari terakhir memang terpantau cukup intensif. Pada periode pengamatan 26 September 2026 pukul 00.00 hingga 24.00 WITA, Pos Pengamatan mencatat sebanyak 215 kali letusan.

Letusan yang terekam memiliki amplitudo sekitar 19,4 hingga 40 milimeter dengan durasi 34–77 detik. Secara visual, letusan menghasilkan asap berwarna putih hingga kelabu dengan ketinggian sekitar 100–500 meter di atas puncak.

Meski aktivitas vulkanik meningkat, tingkat aktivitas Gunung Ili Lewotolok masih berada pada Level II atau Waspada.

Masyarakat, pendaki, dan wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas di dalam zona bahaya yang telah ditetapkan oleh otoritas vulkanologi. Masyarakat juga diimbau tetap mengikuti informasi resmi dari Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok dan Badan Geologi.

Sebelumnya, data pemantauan menunjukkan lontaran material pijar Gunung Ili Lewotolok dapat mencapai sekitar 200–500 meter dan mengarah ke sektor tenggara maupun selatan. PVMBG mengingatkan adanya potensi guguran lava dan awan panas pada sejumlah sektor di sekitar gunung.

Masyarakat di sekitar gunung juga diimbau menggunakan masker dan pelindung mata apabila terjadi hujan abu. Tempat penampungan air bersih sebaiknya ditutup untuk mencegah masuknya material abu vulkanik.

Perkembangan aktivitas Gunung Ili Lewotolok dapat dipantau melalui informasi resmi Badan Geologi, PVMBG, dan MAGMA Indonesia.

(Sumber: Badan Geologi/PVMBG dan laporan Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok. Informasi perkembangan terbaru dikutip dari laporan media yang merujuk data pemantauan PGA, 27 September 2026.)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap