CKB Logistics Perkuat Konektivitas Industri Indonesia Timur dari Osowilangun

oleh
Fasilitas hub logistik CKB Logistics di Osowilangun, Surabaya, yang mendukung aktivitas pergudangan dan distribusi barang untuk kebutuhan industri.
18.3K pembaca

PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics) memperkuat peran fasilitas logistik di Osowilangun, Surabaya, sebagai salah satu hub yang mendukung pergerakan barang dari Jawa Timur menuju kawasan Indonesia Timur.

Fasilitas tersebut mengintegrasikan sejumlah layanan logistik, mulai dari pergudangan, pengelolaan persediaan, penanganan barang, layanan kepabeanan hingga distribusi. CKB Logistics menilai keberadaan fasilitas terintegrasi dibutuhkan untuk mendukung kelancaran rantai pasok industri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,72 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. Secara kuartalan, ekonomi Jawa Timur juga tumbuh 2,85 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut berjalan seiring dengan aktivitas industri dan perdagangan yang membutuhkan dukungan rantai pasok, termasuk konektivitas antara kawasan produksi, pelabuhan, pergudangan, dan pasar.

Direktur Utama CKB Logistics Iman Sjafei mengatakan fasilitas Osowilangun dirancang bukan hanya sebagai tempat penyimpanan barang, tetapi sebagai bagian dari jaringan logistik yang menghubungkan kebutuhan industri di Jawa Timur dengan wilayah Indonesia Timur.

“Fasilitas Osowilangun bukan sekadar ruang gudang. Fasilitas ini merupakan simpul yang menghubungkan kebutuhan industri Jawa Timur dengan pergerakan barang menuju Indonesia Timur. Dengan hub yang terintegrasi, kami ingin menghadirkan visibilitas, kecepatan, dan kepastian proses yang lebih baik bagi pelanggan,” ujar Iman di Surabaya, Rabu (30/9/2026).

Menurut CKB Logistics, kompleks pergudangan Osowilangun telah beroperasi sejak 2017 dan berada dalam ekosistem hub logistik perusahaan. Fasilitas tersebut memiliki area pergudangan sekitar 140.000 meter persegi, termasuk fasilitas Pusat Logistik Berikat (PLB) seluas 20.000 meter persegi.

Sebagai fasilitas PLB, Osowilangun mendukung aktivitas inbound dan outbound, penyimpanan barang sesuai ketentuan kepabeanan, serta layanan seperti repacking, pelabelan, dan konsolidasi.

Skema PLB juga memungkinkan perusahaan menunda pembayaran bea masuk dan pajak dalam rangka impor sampai barang dikeluarkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Fasilitas tersebut tidak menghapus kewajiban kepabeanan.

Dorong Efisiensi dan Keberlanjutan

Selain memperkuat layanan logistik, CKB Logistics menyatakan fasilitas Osowilangun juga diarahkan untuk mendukung efisiensi operasional dan aspek keberlanjutan.

Sejumlah langkah yang diterapkan antara lain pemanfaatan pencahayaan alami melalui skylight serta penggunaan forklift listrik. Perusahaan juga menyebut menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial, termasuk penanaman mangrove di Romokalisari, Surabaya.

“Skylight membantu mengoptimalkan penggunaan energi sesuai kebutuhan area. CKB terus meningkatkan keamanan, keandalan, integrasi, digitalisasi, ESG, efisiensi operasional, dan dukungan terhadap kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan,” kata Iman.

CKB Logistics juga menyatakan digitalisasi menjadi bagian dari pengembangan layanan untuk membantu perusahaan membaca kebutuhan pelanggan dan meningkatkan efisiensi proses operasional.

Melalui fasilitas Osowilangun, CKB Logistics menempatkan Surabaya sebagai salah satu titik penting dalam jaringan distribusi barang menuju kawasan Indonesia Timur. Penguatan fasilitas logistik tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan industri melalui integrasi pergudangan, distribusi, kepabeanan, teknologi, serta pengelolaan rantai pasok.

“Ke depan, kami akan terus meningkatkan keamanan, keandalan, integrasi, digitalisasi, ESG, efisiensi operasional, dan dukungan terhadap kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan,” ujar Iman.

Sumber: CKB Logistics dan Badan Pusat Statistik (BPS).

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap