Imigrasi Jaktim Perkuat Pelayanan, Siapkan 70 Kuota PASPORIA

oleh
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur
4.9K pembaca

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur terus melakukan pembenahan pelayanan sekaligus menghadirkan inovasi untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan paspor.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur, Pungki Handoyo, mengatakan peningkatan kualitas pelayanan merupakan proses berkelanjutan. Menurutnya, evaluasi tidak hanya dilakukan ketika muncul persoalan, tetapi harus menjadi bagian dari pelaksanaan pelayanan sehari-hari.

“Ini bagian dari komitmen kami untuk terus melakukan pembenahan. Bukan karena ada persoalan saja, tetapi memang pelayanan harus terus dievaluasi dan ditingkatkan,” ujar Pungki, Jumat (2/10/2026).

Salah satu inovasi yang disiapkan adalah PASPORIA (Paspor Ceria). Layanan tersebut akan digelar pada Minggu, 4 Oktober 2026, di Wisma KEIAI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, bertepatan dengan kegiatan Car Free Day (CFD).

Pelayanan PASPORIA dijadwalkan mulai pukul 06.00 WIB dengan menyediakan 70 kuota pemohon. Sebanyak 60 kuota diperuntukkan bagi pemohon melalui aplikasi M-Paspor, sedangkan 10 kuota lainnya tersedia untuk pemohon secara langsung atau walk-in.

Layanan tersebut mencakup pembuatan paspor baru serta penggantian paspor yang masa berlakunya telah habis atau halaman paspornya telah penuh.

Adapun penggantian paspor karena hilang, rusak, maupun perubahan data tidak termasuk dalam layanan PASPORIA yang digelar pada kegiatan tersebut.

Melalui layanan di ruang publik, Imigrasi Jakarta Timur berharap masyarakat memiliki alternatif untuk mengurus paspor di luar pelayanan reguler pada hari kerja.

Imigrasi Jaktim Terbuka terhadap Kritik

Selain membahas inovasi pelayanan, Pungki juga menanggapi pemberitaan mengenai dugaan praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan Imigrasi Jakarta Timur.

Pungki menyayangkan apabila pemberitaan mengenai dugaan tersebut diterbitkan tanpa terlebih dahulu meminta konfirmasi kepada pihak Imigrasi Jakarta Timur.

Ia menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap kritik, pengawasan, maupun informasi dari masyarakat dan media. Menurutnya, setiap dugaan atau temuan yang berkaitan dengan pelayanan dapat dikonfirmasikan kepada pihak terkait untuk mendapatkan penjelasan berdasarkan data.

“Kami tentu sangat menyayangkan apabila ada pemberitaan mengenai dugaan pungutan liar, tetapi pihak kami tidak terlebih dahulu dimintai klarifikasi atau konfirmasi,” kata Pungki.

Menurut Pungki, kritik dari masyarakat dan media tetap diperlukan sebagai bagian dari evaluasi. Namun, ia berharap informasi yang berkaitan dengan institusi dapat dikonfirmasikan terlebih dahulu sehingga pemberitaan yang disampaikan kepada masyarakat dapat memuat informasi secara lebih utuh.

“Kalau memang ada informasi atau temuan, silakan konfirmasi kepada kami. Kami siap memberikan penjelasan sesuai fakta dan data yang ada,” ujarnya.

Tekankan Konfirmasi dan Keberimbangan

Pungki juga menekankan pentingnya komunikasi antara media dan institusi dalam proses peliputan. Menurutnya, konfirmasi dan keberimbangan diperlukan agar informasi yang diterima masyarakat tidak hanya berasal dari satu sisi.

Ia mengajak seluruh pihak mengedepankan prinsip tabayun, yakni mencari kejelasan melalui proses konfirmasi sebelum menyimpulkan atau menyampaikan suatu informasi kepada publik.

“Kami terbuka terhadap kritik. Kami juga siap dikonfirmasi kapan pun berkaitan dengan pelayanan kami. Harapannya, semua bisa dilakukan dengan komunikasi yang baik dan mengedepankan tabayun,” tuturnya.

Pungki memastikan pembenahan pelayanan di Imigrasi Jakarta Timur akan terus dilakukan. Berbagai inovasi, termasuk PASPORIA, diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan paspor.

“Yang paling utama adalah bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik. Kami akan terus berbenah dan terbuka terhadap masukan,” pungkas Pungki.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap