Influenza A Merebak di Indonesia, Kemenkes Ungkap Kondisi Terbaru

oleh
Ilustrasi pemeriksaan dan pemantauan kasus influenza di Indonesia. Masyarakat diimbau tetap menjaga kesehatan dan mengikuti informasi resmi Kementerian Kesehatan terkait perkembangan influenza.
7.2K pembaca

Aktivitas influenza di Indonesia mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat kenaikan aktivitas influenza di Indonesia dan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.

Berdasarkan hasil surveilans hingga minggu ke-38 tahun 2026, kondisi influenza di Indonesia masih berada dalam rentang kewaspadaan. Kemenkes menyebut aktivitas influenza perlu terus dipantau, tetapi masyarakat tidak perlu panik.

Data Kemenkes menunjukkan virus yang dominan di Indonesia saat ini adalah Influenza A(H1N1)pdm09. Pada surveilans sentinel minggu ke-38, tercatat 148 spesimen positif influenza dari 265 spesimen yang diperiksa.

Aktivitas Influenza Mengalami Peningkatan

Kemenkes mencatat peningkatan aktivitas influenza sejak periode Agustus hingga September 2026. Kondisi tersebut masih sesuai dengan pola musiman yang selama ini terjadi di Indonesia.

Dalam laporan surveilans penyakit pernapasan, aktivitas influenza terus dipantau melalui sejumlah fasilitas kesehatan sentinel, termasuk puskesmas, rumah sakit, laboratorium kesehatan masyarakat, dan balai kekarantinaan kesehatan.

Laporan resmi Kemenkes pada minggu ke-38 juga mencatat positivity rate influenza sebesar 58 persen dalam data surveilans yang diperbarui pada 26 September 2026. Kemenkes mengingatkan bahwa sebagian data pada beberapa pekan terakhir masih bersifat sementara dan dapat mengalami perubahan.

Influenza A yang Dominan

Influenza A menjadi salah satu jenis virus influenza yang terdeteksi dalam surveilans di Indonesia. Pada minggu ke-38, dari 265 spesimen yang diperiksa, sebanyak 148 dinyatakan positif influenza.

Kemenkes menyebut Influenza A(H1N1)pdm09 sebagai virus yang dominan dalam pemantauan saat ini. Selain itu, pemerintah juga tetap melakukan pemantauan terhadap Influenza A(H3N2) subclade K.

Kemenkes juga meluruskan penggunaan istilah “superflu” yang beredar di masyarakat. Istilah tersebut bukan nomenklatur resmi WHO maupun Kemenkes. Istilah yang banyak digunakan masyarakat tersebut merujuk pada Influenza A(H3N2) subclade K.

Kasus H3N2 Subclade K Masih Dipantau

Pemerintah tetap melakukan pemantauan terhadap Influenza A(H3N2) subclade K melalui sistem surveilans. Berdasarkan data Kemenkes hingga minggu ke-38 2026, terdapat 22 temuan subclade K sepanjang 2026.

Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan tahun 2025 yang mencatat 166 temuan. Kemenkes juga menyebut tidak terdapat penambahan kasus baru subclade K sejak April 2026.

Pemantauan dilakukan melalui jaringan fasilitas kesehatan yang mencakup rumah sakit, puskesmas, laboratorium kesehatan masyarakat, dan balai kekarantinaan kesehatan.

Gejala Influenza yang Perlu Diwaspadai

Influenza umumnya dapat menimbulkan sejumlah gejala, seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot atau badan, serta rasa lelah.

Masyarakat yang mengalami gejala dan merasa kondisinya memburuk disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, terutama bagi kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi.

Kemenkes Imbau Masyarakat Tidak Panik

Kemenkes menegaskan bahwa peningkatan kasus influenza perlu direspons dengan penguatan surveilans dan kesiapsiagaan, bukan kepanikan.

Sebagian besar kasus influenza dapat pulih dengan perawatan suportif dan tidak membutuhkan perawatan di rumah sakit. Penggunaan obat antivirus seperti oseltamivir juga tidak ditujukan untuk semua pasien influenza.

Kemenkes mengimbau masyarakat tidak membeli atau mengonsumsi oseltamivir secara sembarangan tanpa pemeriksaan dan pertimbangan dokter. Obat antivirus tersebut terutama digunakan pada kondisi tertentu, termasuk pasien dengan influenza berat atau kelompok berisiko yang membutuhkan penanganan medis.

Tetap Jaga Kebersihan dan Kesehatan

Di tengah meningkatnya aktivitas influenza, masyarakat tetap dianjurkan menjaga kebersihan diri dan menerapkan kebiasaan hidup sehat.

Masyarakat dapat menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, serta mengurangi kontak dekat dengan orang lain ketika sedang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan.

Jika mengalami gejala yang berat atau kondisi kesehatan semakin memburuk, masyarakat sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan medis.

Dengan meningkatnya aktivitas influenza, pemantauan terhadap perkembangan virus tetap penting. Namun, berdasarkan data Kemenkes hingga minggu ke-38 2026, kondisi influenza di Indonesia masih berada dalam rentang kewaspadaan dan belum menunjukkan situasi yang mengkhawatirkan.

Sumber Terpercaya:

  1. Kementerian Kesehatan RI — Kasus Influenza Meningkat, tetapi Masih dalam Rentang Kewaspadaan. Kemenkes RI
  2. Kementerian Kesehatan RI — Laporan Pengawasan Kasus Influenza dan COVID-19, minggu ke-38 2026. Laporan Surveilans Kemenkes
  3. Kementerian Kesehatan RI — Imbauan terkait penggunaan Oseltamivir dan perkembangan Influenza A. Informasi Kemenkes tentang Influenza
  4. JDIH Kementerian Kesehatan RI — Surat Edaran Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Nomor PM.03.01/C/584/2026 tentang Penanggulangan Penyakit Influenza A(H3N2) Subclade K. Dokumen JDIH Kemenkes

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap