Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menerima kunjungan 260 siswa melalui program Istana untuk Anak Sekolah di Aula Hoegeng, Gedung Sekretariat Kabinet, Kemensetneg, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Para peserta berasal dari SMP Al-Azhar Syifa Budi Jakarta dan SMP Al-Wildan Islamic School 15 Bekasi. Program tersebut menjadi sarana pembelajaran langsung bagi pelajar untuk mengenal sejarah, simbol negara, kelembagaan pemerintahan, serta kehidupan kenegaraan.
Sebelum mengikuti tur di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, para siswa mendapat pemaparan mengenai tugas dan fungsi Kemensetneg serta lingkungan Istana Kepresidenan. Materi disampaikan Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Kemensetneg Faisal Fahmi bersama Fasilitator Pemerintahan Biro Humas Kemensetneg Adi Kurniawan.
Faisal menjelaskan, Kemensetneg memiliki peran dalam memberikan dukungan kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam menjalankan tugas pemerintahan. Dukungan tersebut mencakup aspek teknis, administrasi, analisis, serta manajemen kabinet.
“Kementerian Sekretariat Negara adalah sebuah kementerian yang dibentuk untuk mendukung Presiden dan Wakil Presiden dalam bidang teknis, administrasi, analisis, dan juga dukungan manajemen kabinet,” ujar Faisal.
Ia juga mengajak para siswa menjadikan kunjungan ke Istana sebagai pengalaman yang dapat menumbuhkan inspirasi dan motivasi untuk terus belajar serta mengejar cita-cita.
“Jadikan ini momen bersejarah, momen inspirasi, dan terutama momen motivasi bagi kalian untuk terus belajar dan meraih cita-cita,” pesan Faisal.
Menurut Faisal, pengalaman tersebut diharapkan dapat mendorong para siswa mempersiapkan diri sebagai generasi penerus bangsa. Ia juga mengajak mereka membayangkan bahwa kelak salah satu dari mereka dapat menjadi pemimpin bangsa.
Sementara itu, Adi Kurniawan menjelaskan bahwa Istana Kepresidenan tidak hanya memiliki nilai dari sisi arsitektur, tetapi juga menyimpan sejarah dan fungsi kenegaraan.
“Setiap Istana memiliki fungsi dan sejarahnya masing-masing. Istana Merdeka, misalnya, menjadi tempat pelaksanaan upacara peringatan detik-detik Proklamasi, sedangkan Istana Negara antara lain digunakan untuk pelantikan pejabat dan jamuan kenegaraan,” jelas Adi.
Setelah mendapatkan pembekalan, para siswa menyusuri sejumlah area di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, termasuk Istana Merdeka, Kantor Presiden, Ruang Sidang Kabinet, Ruang Konferensi Pers, dan Istana Negara.
Mereka berkesempatan melihat secara langsung berbagai ruangan, koleksi, lukisan, dan benda bersejarah yang selama ini hanya dikenal melalui buku pelajaran, foto, maupun tayangan televisi.
Salah satu peserta, Ameera Zia Zafeera, siswa kelas 9 SMP Al-Wildan Islamic School 15 Bekasi, mengaku senang dapat mempelajari sejarah secara langsung.
“Di sini saya dapat belajar banyak hal, melihat banyak hal yang dahulu terjadi, dan mendapat pelajaran baru. Bagi saya, ini sebuah privilege dari sekolah karena tidak semua orang bisa berkunjung ke sini,” ujar Zia.
Pengalaman serupa dirasakan Kalila Nur Alifa, siswa kelas 9 SMP Al-Wildan Islamic School 15 Bekasi. Siswa yang bercita-cita menjadi fotografer itu tertarik dengan koleksi foto, lukisan, dan berbagai benda bersejarah yang ditemuinya selama kunjungan.
“Saya ingin menjadi fotografer karena saya suka mengabadikan momen. Di sini saya melihat banyak foto dan benda-benda bersejarah. Dari foto, kita bisa menyimpan dan menceritakan sejarah, jadi saya semakin tertarik dengan fotografi,” ujar Kalila.
Sementara itu, Aletha Sadeeya Segara, siswa kelas 8 SMP Al-Azhar Syifa Budi Jakarta, mengaku senang dapat melihat langsung berbagai ruangan yang memiliki fungsi penting dalam kegiatan kenegaraan.
“Saya senang banget bisa melihat berbagai bangunan dan belajar banyak sejarah dari foto-foto yang ada di sini. Saya juga tertarik dengan ruang-ruangannya, seperti ruang Presiden dan ruang rapat kabinet,” ujar Aletha.
Menurut Aletha, pengalaman tersebut berbeda dari pembelajaran di sekolah karena siswa dapat melihat langsung tempat-tempat yang selama ini hanya dikenalnya melalui berbagai sumber.
Hal serupa disampaikan Almira Sheenaz Aryasha, siswa kelas 8 SMP Al-Azhar Syifa Budi Jakarta. Ia tertarik dengan interior ruangan, lukisan, dan berbagai koleksi yang terdapat di lingkungan Istana.
“Seru banget. Saya jadi tahu ruangan yang digunakan untuk diskusi dan rapat Presiden. Biasanya saya melihatnya di TV, sekarang saya bisa melihat langsung dengan mata sendiri,” tutur Almira.
Selain mengenal kawasan Istana Kepresidenan, para siswa juga mendapat pengenalan mengenai Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Mereka memperoleh penjelasan mengenai tugas Paspampres dalam mengamankan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarga, tamu negara, serta berbagai kegiatan dan objek yang menjadi bagian dari tugas pengamanan.
Para siswa juga diperkenalkan dengan pakaian dinas khusus Paspampres yang digunakan sesuai fungsi dan kebutuhan dalam berbagai kondisi penugasan.
Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mengenal Istana Kepresidenan dari sisi sejarah dan bangunan, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai lembaga pemerintahan, kegiatan kenegaraan, serta peran Paspampres dalam mendukung keamanan Presiden dan Wakil Presiden.
Sumber: Setneg.go.id
Catatan: Informasi ini dikutip dari situs resmi Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, Selasa (6/10/2026).











