Pemerintah Kabupaten Manokwari, Papua Barat, meningkatkan kewaspadaan setelah menetapkan kejadian luar biasa (KLB) campak-rubella di delapan wilayah. Berdasarkan kajian epidemiologi, terdapat 70 kasus suspek campak yang tersebar di delapan wilayah kerja puskesmas.
Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari mulai menggelar imunisasi campak-rubella pada 5 Oktober 2026. Program ini berlangsung hingga 17 Oktober 2026 dan menyasar anak usia 9 bulan hingga kurang dari 5 tahun.
Dinkes Manokwari menggencarkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah penolakan imunisasi. Tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat turut dilibatkan untuk meningkatkan pemahaman serta partisipasi warga.
Dari 70 kasus suspek tersebut, sekitar 67 persen atau 47 kasus terjadi pada anak berusia di bawah lima tahun. Sebanyak 49 kasus atau sekitar 70 persen juga tidak ditemukan bukti riwayat imunisasi.
Dinkes Manokwari sebelumnya menyebut tiga dari 70 kasus suspek telah terkonfirmasi positif melalui pemeriksaan laboratorium. Ketiga kasus tersebut ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Wosi, Sanggeng, dan Pasir Putih.
Selain itu, ditemukan 13 penderita dalam rentang sekitar 20 hari di Kampung Susweni, wilayah kerja Puskesmas Amban. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya penularan campak di lingkungan keluarga maupun antartetangga.
Pemerintah menargetkan cakupan imunisasi minimal 95 persen untuk kelompok sasaran. Setelah pelayanan utama, petugas juga akan melakukan penyisiran terhadap anak yang belum mendapatkan imunisasi.
Masyarakat diimbau tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan dan membawa anak yang masuk kelompok sasaran ke lokasi pelayanan imunisasi. Orang tua juga diminta memperoleh informasi mengenai imunisasi dari tenaga kesehatan dan sumber resmi.
STATUS:
KLB Campak-Rubella Manokwari
DATA PENTING:
– 70 kasus suspek campak
– Tersebar di 8 wilayah kerja puskesmas
– 3 kasus telah terkonfirmasi positif
– 47 kasus terjadi pada anak di bawah 5 tahun
– Imunisasi berlangsung 5–17 Oktober 2026
– Sasaran imunisasi: anak usia 9 bulan hingga kurang dari 5 tahun
– Target cakupan imunisasi minimal 95 persen
SUMBER LINK:
ANTARA — Dinkes Manokwari gencarkan edukasi cegah penolakan imunisasi campak:
https://papuatengah.antaranews.com/berita/90002/dinkes-manokwari-gencarkan-edukasi-cegah-penolakan-imuniasi-campak
ANTARA — Delapan wilayah di Manokwari KLB campak-rubella:
https://www.antaranews.com/foto/5772009/delapan-wilayah-di-manokwari-klb-campak-rubella-pemkab-gencar-gelar-imunisasi
ANTARA — Dinkes gelar ORI respons peningkatan kasus campak di Manokwari:
https://papuatengah.antaranews.com/berita/89772/dinkes-gelar-ori-respons-peningkatan-kasus-campak-di-manokwari










