1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Halangi Jihad: Polisi, Jaksa, Hakim Adalah Kafir Semua

oleh
15.1K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Sidang Terdakwa Ika Puspita sari alias Salsabila Taslimah Binti Sudiyono (34 thn) terkait dengan Bom Panci di Bekasi Jawa Barat di gelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (06/9) dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa.

Di hadapan Majelis Hakim yang di Ketuai Nelson J Marbun SH, MH, terdakwa Ika membenarkan yang tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan semua adalah keterangannya dihadapan penyidik tanpa ada unsur tekanan.

Terkait penangkapan dirinya, dikatakan “Awalnya saya sudah mempunyai feeling ketika di deportasi dari Hongkong terkait pendanaan terorisme.”

Gambar

“Ya, saya mendanai Zaenal (suami terdakwa) bersama temannya yakni Azam, Akbar dan Abu Said. Saya meminta kepada mereka untuk membom markas Syiah yang berada di mana saja,” bebernya. Ditambahkan “Saya hanya mendanai saja dan mereka mempersiapkan semuanya untuk amaliyah.”

Ika mengklaim sebagai Ansar Daulah dan sudah berbaiat jadi apa yang sudah dibaiat kan harus di laksankan jika tidak menanggung resiko dan akan ada perhitungan di akhirat.

“Saya mengenali Said dan kawan-kawan melalui media sosial, dan saya menawarkan kepada Azam kalau mau amaliyah saya siap bantu mendanai,” katanya dihadapan Majelis.

Menurutnya, memberikan dana kepada Ali Said untuk membeli komputer guna memudahkan bagaimana caranya pembuatan bom. Untuk Azam kurang lebih 2 juta untuk belian bahan-bahan dan sedangkan Ke Abu Jundi memberikan dana 8 juta, namun setelah di ketahui bukan untuk pembelian tanah namun di belikan printer.

Terkait pengiriman dana di kirim dari Hongkong melalui rekening Ali Said dan ada yang melalui ustad alif guru suamimya. “Pada saat ini Mereka semua sedang menjalani hukuman terkait aksi amaliayah yang saya danai,” ungkapnya.

Perkembangan jihad yang ada di dunia, diakuinya diikuti melalui media sosial baik melihat video-video sehingga timbul ingin melakukan jihad. Seperti Saat ini banyak yang ingin pergi ke syuriah namun terhalang jadi daulah memberikan arahan untuk melakikan jihad di negeri sendiri.

“Dalam hal ini saya membantu memberikan dana untuk kelompok daulah saya saja dibluar itu saya tidak mau memberikan,” ujar Ika yang mengaku mengidolakan Abu Bakar Baasyir.

Tidak hanya mendanai, Ika mengatakan bahwa dia juga memantau sejauh mana dana yang diberikan tersebut digunakan, “karena yang menjadi tujuan amaliyah ini target peledakannya adalah orang-orang Syiah pasalnya darahnya itu halal untuk di qisas,” ujarnya.

Jadi dalam hal ini saya merasa tidak bersalah, dalam anshar daulah tidak semua darahnya di tumpahkan. Kalau seperti Polisi, Jaksa dan juga Hakim adalah Kafir semua,” ungkap Ika.

“Polisi selama ini menghalangi dan melakukan perlawanan dalam terorisme. sedangkan majelis hanya  menjalankan hukum biatan manusia bukan Allah,” tambahnya lagi.

Seperti di beritakan sebelumnya bahwa Ika ditangkap di Dusun Tegalsari Desa  Brenggong, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Kamis (15/12/16).
setelah Densus 88 menggrebek kos-kosan di Jalan Bintara Jaya VIII, RT04 RW09, Bekasi Kota, Sabtu (9/12/16). Hasil dari penggrebekan di temukan bom seberat 3kg.

Dan Ika sebelumnya menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Hongkong sebagai pembantu rumah tangga sekalipun bukan melalui jalur resmi.

(D2)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap