1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Dugaan Penyelewengan Bandara Moses Kilangin, FPM Sebut Nodai Niat Baik Bupati

oleh
3.4K pembaca

Papua, sketsindonews – Perkembangan Kabupaten Timika dibawah pemerintahan Bupati Eltinus Omaleng mengalami banyak kemajuan dan pembangunan berbagai sarana infrastruktur.

Seperti diketahui, saat ini Kabupaten Timika, Papua memiliki sebuah bandara berskala internasional, yakni Bandara Moses Kilangin.

Namun dibalik semua pembangunan dan perkembangan tersebut, ada sedikit catatan minus yang terjadi di bandara. Belum lama tersiar kabar adanya penyalahgunaan wewenang dalam pengadaan pesawat milik pemda Kabupaten Timika.

Gambar

Seperti dilaporkan oleh Forum Peduli Mimika (FPM), melalui siaran pers, selasa (08/12/20) bahwa ada indikasi penyelewengan dana pengadaan pesawat dan monopoli dalam operasionalnya.

“Kami melihat banyak sekali kejangggalan dan indikasi penyalahgunaan anggaran Pemda Kabupaten Timika,” ungkap Nalio Yangkup selaku Koordinator FPM dalam keterangan tertulisnya.

Untuk itu dia mendesak diadakannya penyelidikkan terhadap kasus tersebut dan meminta pihak Pemda Kabupaten Timika untuk menghentikan segala bentuk kerjasama yang merugikan masyarakat dan APBD.

Terbaru, FPM juga mempertanyakan persoalan monopoli yang terjadi di Bandara Moses Kilangin, mereka menduga telah terjadi sejumlah pelanggaran yang dilakukan oknum-oknum tertentu dilingkup Pemda Kabupaten Timika.

“Dugaan yang beredar pihak oknum terkait telah melakukan monopoli guna memperkaya diri sendiri,” ujarnya.

Lebih jauh, FPM menilai apa yang telah dilakukan dan niat baik Bupati Eltinus Omaleng dalam pembangunan di Timika, khususnya masalah transportasi sudah dinodai oleh perbuatan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dilingkup pemda sendiri.

Tindakkan atau praktek monopoli terlihat jelas di Bandara Timika, mulai dari proses pengadaan pesawat dan helikopter, penunjukkan operator layanan penerbangan, kurangnya layanan masyarakat, tidak adanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, hingga monopoli bisnis di area bandara.

Semua ini hanya di jadikan usaha atau bisnis pribadi serta memperkaya diri sendiri. Sehingga masyarakat terus mempertanyakan keberadaan pesawat pemda tersebut.

“Tidak hanya itu pembangunan terminal baru Bandara Moses Kilangin juga terlihat monopoli usaha oleh oknum-oknum tertentu, mulai dari ground handling pesawat hingga kepemilikkan kios-kios di dalam gedung bandara,” tandasnya.

(Eky)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap