Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah menghadiri Musyawarah Desa di Kaliburu dan Tibo, serta melakukan kunjungan koordinasi di Desa Labuan, Kabupaten Donggala. Kunjungan tersebut dilakukan untuk penandatanganan Peraturan Desa (Perdes) tentang Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia sebagai bagian dari pembentukan Desa Migran Emas, Kamis (11/12/2025).
Kegiatan ini dipimpin Ketua Tim Pelindungan BP3MI Sulteng, Merli Nancy Riga, bersama Lakpesdam PBNU Donggala. Penetapan Perdes disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola migrasi aman di tingkat desa serta menjadi fondasi dalam membangun model Desa Migran Emas. “Desa Migran Emas bukan hanya program, tetapi gerakan perlindungan dari hulu. Dengan Perdes, desa memiliki dasar kuat untuk pendataan, pembinaan, dan program reintegrasi warganya,” ujar Merli.
Tim BP3MI diterima Kepala Desa Kaliburu, Ansor, perwakilan BPD, perangkat desa, serta tokoh masyarakat. Kunjungan serupa dilakukan ke Desa Tibo dan Desa Labuan yang masing-masing dihadiri kepala desa setempat. Dalam pertemuan tersebut, BP3MI menjelaskan pentingnya Perdes sebagai instrumen hukum untuk melindungi hak pekerja migran serta langkah teknis yang harus disiapkan pemerintah desa dalam tata kelola penempatan dan pelindungan PMI sesuai regulasi nasional.
BP3MI menekankan peran aktif pemerintah desa dalam memberikan perlindungan, pemberdayaan, dan fasilitasi penempatan PMI dari wilayahnya. Setelah proses pembahasan, Peraturan Desa tentang Penempatan dan Pelindungan PMI disahkan dan ditandatangani oleh Kepala Desa Kaliburu, Tibo, dan Labuan. Penandatanganan ini menandai komitmen resmi desa dalam melindungi warganya yang bekerja di luar negeri.
Sebelumnya, BP3MI Sulteng juga mendampingi penandatanganan Perdes di lima calon Desa Migran Emas di Kabupaten Poso, yaitu Desa Poleganyara, Leboni, Kamba, Taripa, dan Tonusu. BP3MI optimistis program Desa Migran Emas akan menjadi model perlindungan pekerja migran berbasis komunitas yang efektif dan berkelanjutan di Sulawesi Tengah.






