PaPIK Gelar Taste the Origin, Padukan Kopi Nusantara dan Kuliner Tradisional di The Banjoemas

oleh
Poster penyelenggaraan "Taste the Origin of Nusantara Coffee 2026" yang akan digelar pada 25–26 Juli 2026 di The Banjoemas Resto and Cafe, Jakarta. Acara ini menghadirkan public coffee cupping, coffee pop-up market, serta kolaborasi kopi Nusantara dengan kekayaan kuliner dan budaya Indonesia.
161.8K pembaca

Perkumpulan Profesional Inovator Kopi Indonesia (PaPIK) akan menggelar Taste the Origin of Nusantara Coffee pada 25–26 Juli 2026 di The Banjoemas Resto and Cafe, kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Kegiatan ini menghadirkan pengalaman menikmati kopi Nusantara yang dipadukan dengan kekayaan kuliner tradisional Indonesia.

Mengusung tema “Taste the Origin”, acara ini tidak hanya menjadi ajang promosi kopi lokal, tetapi juga memperkenalkan budaya, tradisi, dan kuliner yang melekat pada setiap daerah penghasil kopi di Indonesia.

Ketua Umum PaPIK, Steve Hidayat, mengatakan konsep origin tidak hanya merujuk pada asal-usul biji kopi, tetapi juga mencakup cerita, budaya, dan kekayaan kuliner yang menjadi identitas daerah.

“Kami ingin pengunjung merasakan pengalaman yang lebih utuh. Menikmati kopi Nusantara akan semakin bermakna ketika dipadukan dengan kuliner khas daerah asalnya, sehingga masyarakat dapat mengenal budaya di balik setiap sajian,” ujar Steve.

Pemilihan The Banjoemas Resto and Cafe sebagai lokasi acara dinilai sejalan dengan visi PaPIK. Restoran yang baru melakukan grand opening pada 9 Juni 2026 tersebut merupakan inisiatif alumni Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui Koperasi Bebrayan Akshaya Soedirman yang mengangkat cita rasa khas Banyumas, seperti tempe mendoan, sroto, dan cimplung.

Menurut Steve, kolaborasi tersebut menjadi contoh bagaimana kopi dan kuliner tradisional dapat saling melengkapi dalam memperkenalkan identitas budaya Indonesia.

Selain menghadirkan sajian kuliner khas, lokasi The Banjoemas yang berada di kawasan Taman Ismail Marzuki dinilai strategis karena menjadi pusat aktivitas seni, budaya, dan kreativitas di Jakarta. PaPIK berharap kegiatan ini mampu mempertemukan pelaku industri kopi, komunitas seni, akademisi, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum.

Selama dua hari penyelenggaraan, pengunjung dapat mengikuti berbagai kegiatan, seperti public cupping, coffee talk, diskusi bisnis, serta sesi networking yang mempertemukan petani kopi, roaster, barista, pemilik kedai kopi, importir, eksportir, hingga pecinta kopi.

“Kami ingin menciptakan ruang kolaborasi yang terbuka bagi seluruh ekosistem kopi Indonesia. Masa depan kopi Nusantara akan semakin kuat jika dibangun melalui sinergi dari hulu hingga hilir,” kata Steve.

Panitia juga menyediakan tiket masuk dengan harga Rp75.000 per hari atau Rp140.000 untuk dua hari, serta paket booth exhibitor mulai Rp950.000 untuk kategori early bird. PaPIK berharap kegiatan ini menjadi momentum memperkuat promosi kopi Nusantara sekaligus mengangkat potensi kuliner dan budaya lokal ke tingkat yang lebih luas.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap