Kebakaran Paseban Berdampak pada 95 Warga, Pemkot Jakpus Siapkan Bantuan

oleh
Wali Kota Jakarta Pusat Arifin meninjau penanganan warga terdampak kebakaran di Kelurahan Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, sekaligus memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi.
11.5K pembaca

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat bergerak cepat menangani warga terdampak kebakaran di Kelurahan Paseban, Kecamatan Senen. Kebakaran yang terjadi pada Kamis (20/8/2026) malam itu menghanguskan sekitar 15 rumah di RW 02, meliputi RT 08 dan RT 09.

Wali Kota Jakarta Pusat Arifin mengatakan, berdasarkan pendataan sementara, kebakaran tersebut berdampak terhadap 35 kepala keluarga (KK) atau sekitar 95 jiwa.

“Lebih kurang berdasarkan data yang ada sementara ini, dilaporkan ada 15 rumah dengan jumlah KK 35 KK. Kemudian jumlah jiwanya ada 95 jiwa,” kata Arifin.

Pemkot Jakarta Pusat bersama jajaran terkait menyiapkan lokasi pengungsian di SDN 05 Paseban. Tenda pengungsian ditempatkan di area luar kelas agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar dan aktivitas olahraga siswa.

Selain menyediakan tempat pengungsian, pemerintah melakukan pendataan kebutuhan warga, termasuk kebutuhan pendidikan anak-anak yang terdampak.

Arifin mengatakan, sejumlah warga kehilangan seragam, tas, dan perlengkapan sekolah akibat kebakaran. Pemkot Jakarta Pusat akan membantu memenuhi kebutuhan tersebut agar anak-anak tetap dapat melanjutkan pendidikan.

“Sudah didata anak sekolah SD, SMP, SMA, laki-laki dan perempuan. Mereka melaporkan pakaian sekolah dan perlengkapan sekolah yang terbakar. Tentu kita akan bantu untuk persiapan mereka bisa sekolah kembali,” ujarnya.

Dokumen Kependudukan Warga Akan Diganti

Warga yang kehilangan dokumen administrasi akibat kebakaran juga akan mendapat bantuan. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) membuka posko pelayanan untuk membantu penerbitan kembali dokumen yang terbakar, seperti KTP, kartu keluarga, dan akta kelahiran.

Pemkot Jakarta Pusat juga menyiapkan penggantian sejumlah kartu layanan publik milik warga, termasuk Kartu Jakarta Pintar (KJP), BPJS Kesehatan, dan kartu layanan gratis Transjakarta.

“Semua akan kita perbarui, kita akan berikan yang baru. Tentu kerja samanya, warga yang memang membutuhkan untuk dilaporkan,” kata Arifin.

Layanan kesehatan turut tersedia di lokasi pengungsian. Puskesmas menurunkan tenaga medis untuk memeriksa kondisi warga, termasuk mereka yang memiliki penyakit dan membutuhkan obat rutin.

Sementara itu, kebutuhan logistik dan bantuan lainnya terus diinventarisasi bersama BPBD, PMI, serta unsur terkait.

Pemkot Jakarta Pusat juga masih mendata tingkat kerusakan rumah untuk menentukan bentuk bantuan selanjutnya, termasuk kemungkinan dukungan pembangunan kembali rumah warga yang terdampak.

“Kita data dulu berapa rumah yang terdampak, yang terbakar. Kemudian mungkin ada nantinya dukungan untuk pembangunan rumah. Kita coba inventarisasi dulu apa yang bisa kita bantu,” ujar Arifin.

Warga Diminta Waspada Potensi Kebakaran

Arifin mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi kemarau. Ia meminta warga tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan dan memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman.

“Saya mengajak kepada seluruh warga untuk bisa menjaga lingkungan, tidak ada yang bakar-bakar sampah. Kemudian cek kembali instalasi listriknya, jangan digunakan yang berlebihan yang bisa menimbulkan korsleting listrik,” tuturnya.

Pemkot Jakarta Pusat memastikan penanganan warga terdampak akan terus dilakukan sesuai hasil pendataan dan kebutuhan di lapangan. Pemerintah berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban warga sekaligus membantu mereka kembali menjalani aktivitas sehari-hari.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap