Kementan Dorong Papua Jadi Kekuatan Pangan Nasional

oleh
Sejumlah komoditas pangan lokal seperti ubi, sayuran, dan hasil pertanian lainnya dijajakan di pasar tradisional Papua. (Sumber: pertanian.go.id)
55K pembaca

Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong Tanah Papua mengoptimalkan potensi pangan lokal dan sumber daya pertaniannya untuk memperkuat kemandirian pangan nasional.

Pengembangan tersebut mencakup komoditas yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, seperti sagu dan ubi, sekaligus memperluas produksi padi melalui pengembangan sawah. Pendekatan pembangunan diarahkan berbasis masyarakat dengan tetap memperhatikan potensi dan kondisi lokal.

Dorongan tersebut disampaikan dalam PAPEDA Summit 2026 yang berlangsung pada 2–4 September 2026 di Sorong, Papua Barat Daya. Forum ini mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat adat, serta pemangku kepentingan untuk memperkuat pembangunan Papua yang berkelanjutan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kemandirian pangan Papua harus dibangun dari potensi yang tersedia di wilayah tersebut.

“Pangan untuk saudara-saudara kita di Papua harus dipenuhi dari Papua sendiri.”

Amran menyebut beras, sagu, ubi, dan komoditas pangan lokal lainnya perlu dikembangkan bersama masyarakat setempat agar Papua mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri.

Papua Disiapkan Jadi Pemasok Pangan

Upaya memperkuat ketahanan pangan Papua juga mendapat dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Pengembangan pertanian modern, pencetakan sawah berbasis komunitas, serta optimalisasi lahan menjadi bagian dari strategi tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan Papua memiliki peluang besar untuk tidak hanya mencukupi kebutuhan pangannya sendiri, tetapi juga memasok pangan ke wilayah lain di kawasan timur Indonesia.

Pemerintah, kata Zulkifli, berencana mengembangkan hampir satu juta hektare sawah yang didukung mekanisasi pertanian. Jika berjalan optimal, produksi tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan Papua hingga memasok wilayah Maluku.

Zulkifli juga mengapresiasi pelaksanaan PAPEDA Summit 2026 yang diikuti lebih dari seribu peserta. Menurut dia, forum tersebut penting untuk memperkuat pemerataan pembangunan, ekonomi berkelanjutan, dan keterlibatan masyarakat adat.

Masyarakat Papua Jadi Pelaku Utama

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan Hermanto mengatakan kekayaan sumber daya pertanian di Tanah Papua merupakan modal besar untuk membangun sistem pangan dari kawasan timur Indonesia.

Menurut Hermanto, target swasembada pangan nasional harus berjalan seiring dengan upaya memastikan masyarakat Papua mampu memenuhi kebutuhan pangan di wilayahnya sendiri.

Pengembangan pertanian juga dilakukan dengan menempatkan masyarakat setempat sebagai pelaku utama. Salah satunya melalui program cetak sawah berbasis komunitas yang telah berjalan sejak 2024.

Program tersebut mengedepankan kesepakatan terkait hak ulayat dan tidak mengambil alih lahan masyarakat. Selain itu, program diarahkan untuk menggerakkan ekonomi lokal, memperkuat sumber daya manusia, serta melibatkan pemuda Papua melalui Brigade Pangan yang didukung mekanisasi pertanian.

“Kita harus memastikan seluruh wilayah di Tanah Papua betul-betul bisa mandiri pangan secara lokal.”

Hermanto menambahkan, pelaksanaan program dikawal bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan agar peningkatan produksi juga berdampak pada kesejahteraan petani.

Perkuat Pangan Lokal dan Teknologi

Kementan tidak hanya mendorong perluasan sawah, tetapi juga penguatan pangan lokal yang sudah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Papua.

Dukungan diberikan melalui penyediaan teknologi pertanian, mekanisasi, pembangunan infrastruktur, benih, serta pendampingan kepada masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat pemilik lahan.

Dengan pengembangan sawah yang berjalan bersama penguatan sagu, ubi, dan komoditas lokal lainnya, Papua dinilai memiliki peluang membangun sistem pangan yang lebih mandiri.

Kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat adat, dan mitra pembangunan akan terus diperkuat agar pembangunan pertanian Papua berlangsung inklusif dan berkelanjutan. Potensi tersebut diharapkan mampu menjadikan Papua sebagai salah satu kekuatan baru dalam sistem pangan nasional.

Catatan: Informasi ini dikutip dari situs resmi Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Senin (7/9/2026).

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap