Kemenpora Tingkatkan Kompetensi Tenaga Olahraga

oleh
Peserta mengikuti program pelatihan dan sertifikasi tenaga keolahragaan yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.(Sumber: kemenpora.go.id)
8.1K pembaca

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) terus memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) olahraga melalui program pelatihan dan sertifikasi sepanjang 2026.

Program tersebut mencakup pelatihan tingkat nasional dan internasional bagi pelatih, wasit-juri, classifier, serta tenaga pendukung olahraga. Pelaksanaannya difokuskan pada cabang olahraga Olimpiade, Paralimpiade, dan cabang olahraga unggulan dengan melibatkan federasi olahraga nasional maupun internasional.

Hingga September 2026, sebanyak 514 peserta telah mengikuti 16 program pelatihan. Dengan tambahan tiga agenda yang dijadwalkan pada Oktober, jumlahnya menjadi 19 program dengan total 679 peserta.

Pelatihan Mencakup Berbagai Cabang Olahraga

Rangkaian program dimulai pada Mei 2026 melalui Pelatihan Klasifikasi Disabilitas Fisik Level Nasional Wilayah Barat di Solo yang diikuti 45 peserta. Pada periode yang sama, Kemenpora juga menggelar Pelatihan Wasit Taekwondo Level Nasional dengan 30 peserta.

Memasuki Juni, pelatihan berlanjut dengan Pelatihan Pelatih Judo Level Nasional di Jakarta dan Pelatihan Pelatih Angkat Besi Nasional Level 1 di Serpong. Masing-masing program diikuti 30 peserta.

Pada akhir Juni hingga awal Juli, sejumlah pelatihan digelar di berbagai daerah, antara lain Pelatihan Klasifikasi Disabilitas Fisik Level Nasional Wilayah Timur di Makassar dengan 30 peserta dan Pelatihan Pelatih Voli Pantai Level Nasional dengan 31 peserta.

Di Jakarta, Kemenpora juga menggelar Pelatihan Pelatih Menembak Level Nasional, Pelatihan Pelatih Fisik Level Nasional, serta Pelatihan Pelatih Panahan Level Nasional. Masing-masing diikuti 30 peserta.

Program kemudian berlanjut ke tingkat internasional. Pada 21–26 Juli, sebanyak 45 peserta mengikuti Pelatihan Pelatih Basket 3×3 Level Internasional di Batam.

Pelatihan tersebut digelar bersamaan dengan ajang FIBA 3×3 Challenger sehingga peserta dapat memperoleh pengalaman praktik di lapangan. Kegiatan menghadirkan instruktur FIBA, Gilles Martin dan Karim Souchu.

Libatkan Federasi Internasional

Pada Agustus, Kemenpora menggelar Pelatihan Pelatih Renang Level Internasional di Bali yang diikuti 20 peserta. Kegiatan tersebut berlangsung bersamaan dengan pelatihan pelatih open water swimming level internasional dalam rangkaian agenda World Aquatics.

Kemenpora juga menggelar Pelatihan Pelatih Bulutangkis Level Nasional Wilayah Tengah di Bali pada 18–23 Agustus dengan 30 peserta.

Untuk meningkatkan kualitas perangkat pertandingan, Pelatihan Wasit Futsal Level Internasional dilaksanakan di Serpong pada 30 Agustus–4 September. Kegiatan tersebut diikuti 60 peserta dan menghadirkan narasumber dari FIFA, termasuk Badrul Hisham Bin Kalam dan Daniel Wong.

Selain FIBA dan FIFA, program internasional Kemenpora turut melibatkan World Aquatics dengan menghadirkan Gary Tan dan Melani Tantrum.

Perkuat SDM Olahraga Disabilitas

Pengembangan tenaga olahraga disabilitas juga menjadi bagian dari program Kemenpora. Salah satunya melalui Pelatihan Pelatih Para Boccia Level Nasional di Solo pada 14–19 September yang diikuti 41 peserta.

Program tersebut menjadi pelatihan pertama dengan fokus khusus pada cabang olahraga para. Kemenpora mendorong pengembangan pelatihan serupa untuk cabang olahraga para lainnya.

Inisiatif tersebut mendapat sambutan dari NPC Indonesia. Para peserta saat ini memasuki tahap penugasan selama tiga bulan sebagai bagian dari proses peningkatan kompetensi.

Sementara itu, Pelatihan Wasit Bulutangkis Nasional berlangsung di Surabaya pada 15–20 September dengan 30 peserta yang kini memasuki tahap penugasan.

Tiga Program Dijadwalkan pada Oktober

Pengembangan SDM olahraga akan dilanjutkan pada Oktober 2026. Kemenpora menjadwalkan tiga program, yaitu Pelatihan Pelatih Sepeda Level Nasional di Jakarta pada 12–17 Oktober dengan 40 peserta, Pelatihan ASCA Internasional di Jakarta dengan 25 peserta, serta Pelatihan Pelatih Pencak Silat Level Nasional pada 26–30 Oktober.

Untuk pelatihan ASCA Internasional, Kemenpora akan menghadirkan instruktur dari ASCA.

Pendaftaran peserta untuk sejumlah agenda Oktober masih dibuka melalui kanal SITENOR Kemenpora bagi calon peserta yang memenuhi persyaratan.

Program pelatihan dan sertifikasi tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pelatih dan wasit, tetapi juga menyiapkan classifier serta tenaga pendukung yang memenuhi standar federasi olahraga nasional dan internasional.

Kemenpora juga terus memperluas kerja sama dengan federasi olahraga, meningkatkan kualitas pelaksanaan pelatihan, serta memperbarui data tenaga olahraga melalui SITENOR.

Melalui program ini, Kemenpora menargetkan tersedianya tenaga olahraga yang memiliki kompetensi dan standar sesuai kebutuhan pembinaan olahraga prestasi. Penguatan kapasitas tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembinaan atlet Indonesia secara lebih sistematis dan berkelanjutan.

Sumber: kemenpora.go.id

Catatan: Informasi ini dikutip dari situs resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Kamis (1/10/2026).

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap