Home / Artikel / Beragam Hasil Olahan Cabai

Beragam Hasil Olahan Cabai

Bogor, sketsindonews – Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen), Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan), bekerjasama dengan Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Kementerian Pertanian menyelenggarakan Bimbingan Teknologi (Bimtek) Pengolahan Cabai bertempat di Gedung Sadikin Sumintawikarta, Bogor, selasa (14/11).

Kegiatan bimtek dibuka oleh Kepala Balai Besar litbang Pascapanen Pertanian yang diwakili oleh Hoerudin, SP, MFoodSt, Ph.D., Kepala Bidang Program dan Evaluasi, yang dilanjutkan dengan sambutan serta peresmian bimtek oleh Ir. Yasid Taufik, MM selaku Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura.

Yasid mengatakan, menjaga dan menstabilitaskan pasokan cabai dan harga merupakan salah satu tugas kami. “Karena dalam satu tahun takwin selalu terjadi fluktuasi pasokan. Termasuk persoalan penanganan pasca panen, serta rantai pengadaan juga yang panjang. Makanya kami (ditjen Hortikultura) melakukan Bimtek kepada kelompok tani dan penyuluh pertanian agar mengerti bahwa olahan cabai bisa berbagai macam” ucapnya di hadapan awak media.

Direktur Pengolah dan Pemasaran hasil Hortikultura menambahkan,
Bahwa tehnologi sangat mendukung untuk pengolahan hasil cabai yang bervariasi.

“Teknologi pengolahan yang dikembangkan telah menghasilkan beragam produk baru seperti cabai giling, puree, pasta, cabal kering, cabai bubuk, cabai blok, acar cabai, saus cabal, minyak cabai, abon cabai dan manisan cabai. Teknologi penanganan dan pengolahan cabai tersebut merupakan peluang baru peningkatan nilai ekonomi,” Tutur Yasid Taufik ini.

Peserta bimtek untuk pengolahan variasi cabai merupakan kelompok tani dan penyuluh pertanian yang berjumlah 95 orang, berasal dari 16 Provinsi yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Aceh, Jambi, Lampung, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Nusa Tenggara Timur.

Komoditas cabai yang mudah rusak dan memiliki umur simpan pendek. Tujuan dari pengolahan cabai ini antara lain meningkatkan nilai tambah produk, memanfaatkan cabai yang tidak memenuhi kualitas untuk konsumsi segar, menjaga ketersediaan cabai tanpa bergantung pada musim, serta meminimalkan fluktuasi harga. Agar produk olahan tersebut dirasakan manfaatnya oleh pengguna/masyarakat secara luas.

(Edo)

Check Also

Politisi Gerindra M. Taufik, LSM Harus Awasi Sektor Pendapatan DKI Yang Menguap

Jakarta, sketsindonews – Pihak DPRD dalam menyusunan anggaran APBD DKI Jakarta yang mencapai 89,09 Trilyun …

Watch Dragon ball super