Biaya Sakit Saya Mahal, Membayar Iuran Merupakan Kewajiban Peserta JKN-KIS

Jakarta, sketsindonews – Jaminan kesehatan merupakan aset utama yang harus dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut pertama kali diucapkan Harry saat diluncurkannya Program JKN-KIS oleh BPJS Kesehatan.

Dirinya menjadi peserta JKN-KIS, sudah merasa sangat aman dan siap ketika penyakit menyerang dirinya dan keluarga, karena kita harus survive dalam antisipasi penyakit.

Harry terdaftar menjadi peserta di segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau akrab disebut peserta mandiri. Selama menjadi bagian dari Program JKN-KIS, Harry telah beberapa kali merasakan ternantunya manfaat dari program ini.

Saat diwawancarai dirinya menceritakan bahwa ia pernah mendapat tindakan operasi selama dua kali atas penyakit yang dirasakan olehnya.(6/11)

Itu pengalaman yang tak terlupa sejak awal tergabung sebagai peserta JKN-KIS, harapannya agar saya dan keluarga tidak pernah menggunakan KIS ini untuk berobat.

Namun manusia hanya bisa berencana tetapi Tuhan yang berkehendak, ternyata saya sakit dan harus mendapatkan penanganan bahkan sampai harus operasi, ucapnya.

Tidak hanya sekali, bahkan sampai dua kali,” tambah Harry.

Lanjut Harry menambahkan tindakan operasi yang ia dapat pertama kali disebabkan ada gangguan pada kakinya dan yang kedua ada gangguan pada tulang belakangnya. Istimewanya, tutur Harry, kedua tindakan operasi tersebut didapatkan tanpa ada biaya tambahan, karena semua sudah dibayarkan oleh Program JKN-KIS.

“Operasi pertama itu tahun 2017 karena kata dokter ada gangguan di kaki saya. Nah yang kedua tahun 2018 kemarin. Waktu itu ada gangguan di tulang belakang saya. Istimewanya, saya ga disuruh bayar sepersen pun. Kata pihak rumah sakit, karna saya peserta JKN-KIS, biayanya sudah dibayarkan sama BPJS Kesehatan,” ungkap Harry.

Sebagai peserta JKN-KIS sudah sepatutnya untuk rutin membayar iuran. Menurut Harry, hal tersebut sudah menjadi kewajiban seluruh peserta untuk melakukannya. Harry juga menyadari dengan biaya pengobatan yang semakin mahal, dirinya menganggap bahwa lebih baik rutin untuk membayar iuran dengan tarif yang masih terjangkau.

Kalo sudah sakit pasti akan membutuhkan biaya yang sangat mahal dan itu mencapai ratusan juta rupiah.

“Sebagai peserta pastinya saya selalu taat untuk membayar, karena itu merupakan kewajiban saya. Tapi bukan berarti setelah selesai pengobatan, saya jadi malas bayar iuran”.

Justru saya menjadi lebih taat karena saya tau sakit itu biaya nya mahal,” lanjutnya.

Dirinya menyadari bahwa biaya pelayanan kesehatan yang telah ia dapatkan selama ini jika dijumlahkan tidak sebanding dengan iuran yang selama ini ia bayarkan. Ia pun mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh peserta JKN-KIS yang telah taat membayar iuran. Karena berkat iuran tersebut dirinya kini bisa sembuh dan sehat. Di akhir pertemuannya, Harry berharap agar Program JKN-KIS dapat terus berjalan demi kemudahan dalam akses pelayanan kesehatan untuk dimasa mendatang bagi masyarakat.

nanorame