Bromocorah Kambuhan Diseret ke PN Jakarta Pusat

Jakarta, sketsindonews – Terdakwa Rudi Kurniawan Sukolo diduga sebagai bromocorah kambuhan, kembali diseret ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (6/11) sore.

Kali ini Rudi didakwa oleh penuntut umun Ahmad Patoni Cs karna telah memalsukan tanda tangan untuk kepentingan perpanjangan kredit disalah satu bank swasta di Jakarta.

Dirinya diadukan ke aparat hukum oleh saksi korban Jong Andrew yang tak lain adalah kolega bisnisnya.

Menurut Jong Andrew, Rudi pernah diadili dalam perkara narkotika dan kasusnya terdaftar dalam nomor 1879/Pid.Sus/2018/PN. Jkt Brt. Dalam kasus narkoba itu, Rudi divonis 8 bulan masa rehabilitasi yang diputus pada 16 Januari 2019.

Kemudian perkara nomor 617/Pdt.G/PN.Jkt Utr dimana terdakwa memalsukan data dengan cara licik.

Terakhir Rudi juga pernah melakukan penyelundupan minuman jenis wine yang merugikan keuangan negara. Rudi pun diduga rela mengorbankan anak buahnya Hendra dengan perkara nomor 86/Pid.Sus/2016/PN.Jkt Utr.

Kembali ke persidangan di PN Jakpus, Jong Andrew sebetulnya sudah mewanti-wanti Rudi agar tidak memperpanjang kredit tersebut.

Sebab dalam pengajuan kredit itu yang akan dijadikan sebagai agunan adalah rumah milik Jong Andrew. Namun tanpa sepengetahuan Jong Andrew, Rudi tetap mengajukan perpanjangan kredit dengan cara memalsukan tanda tangan Jong Andrew.

Dengan tanda tangan palsu milik saksi korban itulah Rudi berhasil mendapatkan kucuran kredit dari bank swasta sebesar Rp4 miliar.

Jong Andrew pun berharap agar majelis hakim tidak mengabulkan permohonan penangguhan penahanan dari terdakwa Rudi. Semoga.

(Sofyan Hadi)